Para Shahabat Yang Diutus Oleh Rasulullah SAW

Para Shahabat Yang Diutus Oleh Rasulullah SAW

Termasuk dari kalangan para shahabat yang diutus oleh Nabi Muhammad SAW adalah Shahabat Dhamam bin Tsa`labah kepada Bani Sa`d bi Bakr. Lantas Abu Dzar diutus kepada kaum Ghifar dan Thufail. Shahabat Addausi kepada kaumnya sendiri. Shahabat `Amr bin Murrah ke daerah Juhainah. Shahabat Urwah bin Mas`ud ke daerah Tsaqif.

Sedangkan yang dikirim kepada para pemuka masyarakat untuk diislamkan, adalah shahabat Almuhajir bin Umayyah Almahzumi kepada Alharts bin Kalal salah satu pembesar Yaman yang akhirnya masuk Islam.

Shahabat Jarir bin Abdillah Albajali diutus kepada pembesar Dzil Kala` dan pembesar Dzi Amr Alhimyari yang keduanya menyatakan masuk Islam.

Untuk mengislamkan Almundzir bin Sawa pembesar Bahrain, maka Nabi SAW mengutus Shahabat Al`ala bin Alhadrami. Sedangkan untuk mengislamkan Jaifar dan Abed yang keduanya putra Aljalandi pembesar Oman, maka diutuslah Shahabat Amr bin Al`ash dan keduanya masuk Islam.

Nabi Muhammad SAW juga mengutus Shahabat Sulaith bin `Amr Al`amiri untuk mendakwahi Haudzah bin Ali Alhanafi pembesar Alyamamah yang menolak masuk Islam. Juga mengutus Syuja` bin Wahb kepada Alharts bin Abi Syamr Alghasani pembesar Damasyqus dan menolak masuk Islam.

Di antara dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah mengirim surat kepada `Iyasy bin Rabi`ah Almahzumi, Masruh, Nu`aim bin Abdi Kalal dari Himyar dan mereka menyatakan masuk Islam. Beliau SAW juga mengirim surat kepada Riraqlius raja Roma, Alharts bin Abi Syamr Alghasyani, Kisra pembesar Persi , Badzan pembesar Yaman, Muqauqis pembesar Mesir dan kepada raja Najasyi dari Habasyah Afrika yang menyatakan masuk Islam.

Dalam surat-surat dakwah yang beliau kirim, selalu dibubuhi stempel bertuliskan MUHAMMAD RASULULLAH.
Hal ini menunjukkan kematangan beliau SAW dalam berdiplomasi pada jaman tersebut.

Di samping itu, Nabi Muhammad SAW mengutus para shahabat berdakwah ke luar negeri seperti Asia, Eropa, dan Afrika, yang mana hal ini beliau laksanakan pada tahun ke enam Hijriyah.

Semua dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW tiada lain untuk menegakkan ketuahidan di muka bumi secara tegas, dan memberitahu umat agar menerima risalah syariat yang dibawah oleh beliau SAW, dan wajib dilaksanakan oleh umat manusia di seluruh dunia.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Kelebihan Sambung Pucuk

Sambung pucuk memiliki beberapa kelebihan, penggabungan antara kelebihan dengan pembiakan secara generatif dan vegetatif.

Orang Bohong Yang Bertobat vs Orang Bohong Yang Keterusan

Menjaga kejujuran sangatlan penting, sedangkan memelihara kebohongan adalah perbuatan jahat yang akan menghancurkan diri sendiri. Orang yang berbohong lantas bertobat dengan cara mengakui kebohongannya dan...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...
close