Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Sharing Mengapa Doa Kita Tidak Mudah Dikabulkan ?

Mengapa Doa Kita Tidak Mudah Dikabulkan ?

Sharing Mengapa Doa Kita Tidak Mudah Dikabulkan ?

Mengapa Doa Kita Tidak Mudah Dikabulkan ?

Sering kita memohon dan berdoa kepada Allah, dengan harapan hajat kita terpenuhi. Misalnya mengharapkan mempunyai pekerjaan dengan penghasilan tinggi, atau ingin mendapat jodoh yang ideal, semisal seorang lelaki berharap mendapat istri yang memiliki paras nan cantik, atau seorang wanita yang berharap mendapat lelaki berwajah tampan, dengan usia yang ideal, dari keturunan yang terbaik, dan kehidupan yang mapan, serta pekerjaan yang hasilnya lebih dari cukup, dan lain sebagainya.

Tetapi doa yang setiap hari kita lantunkan, ternyata belum juga dikabulkan. Coba tengok nasehat Syeikh Ibrahim bin Adham, seorang yang `alim, waliyullah, dan ahli hikmah yang handal tatkala beliau ditanya:Penanya : Mengapa doa kita kok tidak mudah untuk dikabulkan, padahal Allah berfirman yang artinya : Mohonlah kepada-Ku pasti Aku kabulkan !

Syeikh : Karena hati kalian sudah mati.

Penanya : Apa yang menyebabkan matinya hati kita ?


Syeikh : Ada delapan macam :
1. Kalian tahu hak Allah, tetapi tidak mau memenuhinya.2. Kalian membaca Alquran, tetapi tidak mau mengamalkan hukum-hukumnya.
3. Kalian mengaku cinta Rasul SAW, tetapi tidak mau menghidupkan sunnah-sunnahnya.4. Kalian merasa takut mati, tetapi tidak mau mempersiapkan bekal yang akan dibawa mati.
5. Allah memperingatkan kalian bahwa setan itu adalah musuh yang nyata, tetapi malah bersekongkol dengan setan dalam kemaksiatan.
6. Kalian mengaku akut neraka, tetapi justru mempersiapkan dirinya untuk masuk neraka.
7.Kalian mengatakan ingin masuk sorga, tetapi tidak menyiapkan diri untuk dapat masuk ke dalamnya.

8. Di saat bangun pagi, kalian berusaha menutupi kesalahan diri sendiri, dengan menyibukkan diri membicarakan kesalahan privasi orang lain (yang bukan urusan agama).

Nah, kalian telah menimbulkan kemurkaan Allah, lantas bagaimana doa kalian minta cepat-cepat dikabulkan?


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER