Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Sharing Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Sharing Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

WARGASERUJI – Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.

Berikut ini penjelasan beberapa kelebihan terapi SuJok.

1. Sangat mudah dipelajari

Terapi SuJok sangat mudah dipelajari. Cukup dipelajari beberapa jam, sudah bisa mempraktikannya. Saking mudahnya, anak-anak TK di Rusia mampu mempelajarinya. Selain itu, mulai tahun 1997 telah diajarkan di banyak sekolah menengah.

2. Tidak Wajib Belajar Ilmu Kedokteran

Terapi SuJok bisa dilakukan tanpa perlu mengikuti pendidikan kedokteran terlebih dahulu. Terapi tingkat awal dimaksudkan untuk perawatan diri secara mandiri. Profesor Zhanaidarov, preside Asosiai Akupuntur SuJok di Kazakhstan, mengatakan bahwa dengan SuJok orang bisa merawat diri sendiri tanpa batasan aturan medis resmi.

3. Tanpa Peralatan Mahal

Terapi SuJok tidak memerlukan kondisi tertentu atau peralatan yang mahal. Bahkan, SuJok bisa dipraktikkan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

4. Aman Tanpa Efek Samping

Tidak perlu khawatir untuk mempraktikkan terapi SuJok, walau belum selesai mempelajarinya. Kalau caranya benar, akan muncul dampak pemulihan. Kalau keliru, tidak ada efek sebaliknya, persis seperti tidak melakukan apapun.

5. Tak Ada Batasan Umur

Terapi SuJok tidak dibatasi umur. Anak-anak usia 5 tahun sampai 95 tahun pun bisa diajari dan aman dipraktikkan.

6. Hampir Semua Organ Tubuh

Semua penyakit yang menyerang setiap organ tubuh bisa dibantu terapi SuJok. Tak ada batasan kontraindikasi dalam mengaplikasikannya.

7. Sangat Efektif

Dalam publikasi statistilk literatur terspesialisasi, saintifik, dan oberservasi klinis, mengindikasikan efektifitas terhadap hampir semua penyakit sama bahkan lebih baik daripada perawatan dengan obat. SuJok juga lebih rendah dalam hal mengakibatkan penyakit baru akibat tindakan perawatan yang dilakukan.

Untuk kasus tertentu, terapi SuJok mampu membantu meredakan penyakit-penyakit kronis yang saat ini tidak disembuhkan dengan metode lain .

8. Cocok Dikolaborasi Dengan Pengobatan Lain

Terapi SuJok sangat kompatibel dengan sembarang pengobatan lain. Bahkan, ketika dikombinasikan dengan pengobatan dan terapi lain, mampu mempercepat secara drastis efek pemulihan. Karena itu, bisa digunakan untuk mengurangi obat yang diberikan sehingga tidak mendapat efek sampingnya.

9. Menjadi Pertolongan Pertama

Saat kondisi jauh dari fasilitas medis yang memadai, seperti dalam tempat terpencil atau sedang dalam wilayah bencana, SuJok bisa menjadi alat penyelamatan pertama. Kecepatan efek pemulihannya sangat berguna untuk kasus-kasus emergensi.

10. Ramah Biaya

Terapi SuJok sangat bersahabat dengan negara yang sebagian besar masih jauh dari fasilitas medis yang memadai. Dengan peralatan yang murah, sekaligus bisa dilakukan sendiri, semua orang dari segala kelas ekonomi bisa mendapat manfaatnya.

–000–

Memang terapi SuJok tidak bisa menyelesaikan masalah kesehatan semuanya. Ada banyak hal yang tidak bisa diatasi. Namun, untuk keperluan perawatan diri secara mandiri, terapi SuJok bisa menjadi pilihan wajib bagi semua orang untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan, serta membantu pemulihan penyakit-penyakit sedang dan berat.

Kelebihan terapi SuJok di atas menjadi bukti bahwa terapi ini sebagai salah satu elaborasi medis terbesar abad ke-20. Alangkah bagus kalau semua orang di dunia bisa menggunakannya baik untuk mengatasi maupun mencegah penyakit. Mau coba?


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.