Kelebihan Sambung Pucuk

Kelebihan Sambung Pucuk

WARGASERUJI – Secara umum, tanaman bisa diperbanyak dengan dua cara, vegetatif dan generatif. Generatif berarti menggunakan biji, sedangkan vegetatif adalah selain itu. Keduanya, punya kelebihan dan kelemahan. Sambung pucuk memadukan dua cara ini, sehingga memiliki banyak kelebihan.

Kelebihan pembiakan secara generatif diantaranya, sistem perakaran yang lebih kuat karena terdapat akar tunjang. Selain itu, lebih ekonomis dari segi jumlah karena hanya dari biji. Kalau sudah berbuah, masa produktif juga panjang.

Kelemahan pembiakan dengan biji diantaranya waktu mulai berbuah lebih lama. Ada waktu tumbuh sebelum masa berbunga. Namun, kelemahan yang banyak dihindari petani adalah perubahan sifat yang berbeda dari indukannya.

Pembiakan secara vegetatif disukai karena faktor kelemahan generatif yang terakhir. Jika indukan menghasilkan buah yang difavoritkan banyak orang, maka tentu tidak ingin punya anakan tanaman yang berbeda. Dengan pembiakan vegetatif, akan dimiliki anakan yang sama persis dengan indukan. Apalagi, cara ini juga memotong masa tumbuh sehingga lebih cepat berbuah.

Salah satu contoh cara vegetatif yang benar-benar mengkopi sifat indukannya adalah dengan cangkok. Namun, kelemahannya ada pada perakaran yang lemah, serta butuh keahlian agar hasilnya bagus.

Sambung pucuk menggabungkan beberapa kelebihan tersebut. Tanaman bawah dikembangkan dengan biji, dan tanaman atas diambil dari pohon yang sifatnya ingin dikopi. Disambung di pucuk tanaman bawah, dengan pucuk bagian tanaman atas, sehingga disebut sambung pucuk.

Dengan sambung pucuk, didapat tanaman yang punya perakaran kuat karena memiliki akar tunjang, serta memiliki sifat yang sama sesuai keinginan. Bahkan, bisa mengatur sifat dengan cara memanjangkan atau memendekkan batang bawah.

Kelebihan lainnya, pembiakan dengan sambung pucuk tidak memerlukan indukan yang banyak seperti cangkok. Cangkok bisa dilakukan hanya pada batang yang cukup besar, sedangkan sambung pucuk cukup ambil ujung rantingnya saja.

Selain itu, cangkok memerlukan waktu yang cukup dan pemeliharan yang lebih panjang. Misal, harus menunggu perakaran yang cukup banyak baru kemudian dipotong. Setelah dipotong, masih perlu usaha lagi untuk menanamnya di media yang diinginkan.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pendidikan Anak Bermula Dari Rumah

Perlu untuk disadari kalau pendidikan itu tidak harus dan tidak hanya yang berlangsung di ruang kelas atau dari lembaga pendidikan. Keluarga adalah madrasah, rumah...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Omong Kosong Fatar Yani Setelah Dilantik Sebagai Wakil Kepala SKKMigas

Hal yang cukup disesalkan adalah adanya pernyataan Deputi Operasi SKKMigas saat itu, Fatar Yani, yang mengatakan bahwa berhentinya operasi Lapangan Kepodang adalah karena force majeur. Hal ini dinilai menyesatkan dan diduga keras keberadaan dia di SKKMigas untuk melindungi kepentingan Petronas.

Analisis Jual Makanan Lewat Pasar Daring

Makanan khas Jogja apa yang cocok dijual lewat pasar daring (online marketplace)? Apa harus terkenal? Perlu syarat tertentu?
close