Jambul ‘Sundul’ Langit Perebut Jabatan

Jambul ‘Sundul’ Langit Perebut Jabatan

Jabatan…, ooh jabatan.

Rebutan…, ooh rebutan.

Sampai-sampai menghalalkan segala cara.

Tanpa memandang resiko di akhirat kelak.

Sy. Abu Hurairah RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Celakalah para pejabat (pemerintah), celakalah bagi pengurus organisasi, dan celakalah bagi penerima amanat. Sungguh, akan berangan-angan beberapa kaum pada hari kiamat kelak, sesungguhnya jambul-jambul mereka selalu tergantung di bintang sambil berputar-putar antara langit dan bumi, sedang mereka tidak pernah mengerjakan sesuatu apa pun.” (HR. Ahmad).

‘Merebut’ jabatan itu bukanlah perkara yang positif, sekalipun ada nilai positifnya jika dapat memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh syariat. Namun, di jaman now ini, jarang sekali orang yang sengaja ‘merebut’ jabatan itu, lantas usahanya tersebut didasari ikhlas karena Allah. Apalagi jika saat merebutnya itu dengan menggunakan segala cara, yang halal dilakukan dan yang haram pun diterjang.

Sy. Abu Hurairah RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa meminta jabatan pemerintahan terhadap kaum muslimin dan ia pun berhasil memperolehnya, kemudian tindak kendalinya dapat mengalahkan kedzalimannya, maka ia kelak masuk surga. Namun, jika kedzalimannya mengalahkan keadilan, maka ia kelak masuk neraka.” (HR. Abu Dawud).

Berbeda kasusnya dengan seseorang yang diminta oleh umat Islam untuk mernjadi pimpinan bagi mereka, dengan harapan agar dapat membimbing serta menyelesaikan problematika umat yang tengah mereka hadapi, maka kepercayaan masyarakat itu akan menjadi saksi yang baik bagi dirinya.

Sy. Abdullah bin Samurah mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan. Sebab, jika kamu diberi jabatan itu karena permintaanmu, maka kamu dibebani sepenuhnya. Namun jika kamu dberi jabtan itu tanpa memintanya, maka kamu akan dibantu (Allah untuk) mengatasinya.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Allah akan selalu menyertai orang-orang yang senantiasa memegang amanat, termasuk amanat kepemimpinan bagi kemashlahatan umat Islam.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close