INVESTASI BUKAN SOLUSI

INVESTASI BUKAN SOLUSI

Keruhnya sistem perekonomian yang ada saat ini tentu menjadi akar permasalahan bagi setiap orang. Terutama bagi Sarjana muda, yang resah mencari kerja. Lapangan pekerjaan yang tidak memadai menjadi salah satu faktor terbesar rendahnya kualitas ekonomi di negeri ini. Terutama di kota Medan, dari laman Gatra.com (15/2) “penduduk Medan 2.6 juta jiwa, yang berada di garis kemiskinan itu kurang lebih 463.000 jiwa atau sekitar 129.613 kepala keluarga (KK). Mayoritas mereka berada di daerah Medan bagian Utara,” kata Kepala Dinas Sosial Medan, Sutan Endar Lubis.

Terkait kondisi buruknya kualitas perekonomian kota Medan ini, dilansir dari  beritasumut.com (28/9) Walikota Medan Drs. H. T Dzulmi Eldin S. Msi, M.H mengungkapkan perekonomian di Indonesia, termasuk kota Medan saat ini kurang membaik akibat kondisi politik yang terjadi. “berita-berita hoax yang disampaikan itu cenderung menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Hal inilah yang membuat para investor khawatir berinvestasi di Indonesia, termasuk kota Medan,” kata Walikota ketika menghadiri IBC 19 Th Anniversary Gala Dinner di JW Marriot.

Untuk itu solusi yang ditawarkan oleh Walikota Medan ialah dengan memanfaatkan kemajuan ekonomi digital, serentak dengan momentum Revolusi 4.0, dengan menjadikan industri kecil menengah (IKM) sebagai basis ekonomi yang akan menyelamatkan perekonomian di masa mendatang.

Namun, pada dasarnya untuk meningkatkan perekonomian, bukanlah dengan cara investasi dan menyerahkannya kepada IKM. Karena dengan adanya investasi, akan membuka peluang bagi para investor untuk menguasai wilayah tersebut dan justru akan mematikan IKM, inilah bukti penerapan sistem ekonomi Kapitalis yang tambal sulam masalah. Meningkatkan perekonomian rakyat, menjadi tanggung jawab pemerintah dengan mengoptimalkan pengelolaan SDA.

Berkaca dari bagaimana Islam benar-benar mengatur segala aspek kehidupan termasuk ekonomi, bahwa memang sistem ekonomi Islam sangat menghormati kepemilikan Allah Swt, kepemilikan individu dan kepemilikan kelompok atau kepemilikan umum. Jauh berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis yang justru sangat menghormati kepemilikan individu dan tidak memperhatikan kepemilikan umum.

Eva Purnama, S.Pd.

Aktivis Dakwah

 

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Orang Bohong Yang Bertobat vs Orang Bohong Yang Keterusan

Menjaga kejujuran sangatlan penting, sedangkan memelihara kebohongan adalah perbuatan jahat yang akan menghancurkan diri sendiri. Orang yang berbohong lantas bertobat dengan cara mengakui kebohongannya dan...

Whatsapp Seminar Memanfaatkan Setting Akses Grup

Tidak banyak yang tahu, kalau grup Whatsapp sekarang bisa diseting agar hanya admin yang boleh kirim pesan di grup. Caranya pun mudah. Sebagai admin,...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...
close