Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Ilmu Hadits dan Jurnalistik

Ilmu Hadits dan Etik Jurnalistik  Dalam sebuah kajian pengantar ilmu hadits dasar, dijelaskan gambaran umum bagaimana menilai suatu pernyataan apakah benar dari Rasulullah saw atau bukan. Karena terkait dengan hal ihwal informasi,  menarik untuk disandingkan secara bahasan sederhana dengan etik jurnalistik.

Ilmu hadits berkembang pada akhir masa ulama Mutaqaddimin. Ilmu ini tidak dikenal di masa sahabat Nabi, karena mudahnya klarifikasi antar sahabat dalam meriwayatkan hadits.  Baru generasi setelahnya, ketika bermunculan hadits-hadits palsu,  para ulama meneliti secara sungguh-sungguh untuk memilah mana yang shahih dan mana yang dhaif.

Semangat meneliti hadits ini dilandasi atas ketinggian ketakwaan generasi setelah sahabat yang berhati-hati dalam menetapkan kesahihan hadits.  Bahkan hingga muncul kaidah, bahwa asal hukum menyebarkan hadits itu haram, kecuali jika sudah benar-benar dipastikan kesahihannya.

Bila dibandingkan dengan ilmu jurnalistik, ilmu hadits jauh lebih dalam pembahasannya dan jauh lebih ketat serta akurat. Beberapa ulama bahkan mengklasifikasi cabang ilmu hadits hingga puluhan jumlahnya, dan setiap cabang ilmu tersebut memerlukan waktu lama untuk mempelajarinya.

Salah satu yang menarik untuk dikaitkan dengan jurnalistik adalah bagaimana posisi pemberi kabar (perawi) terhadap sumber kabar.  Dalam ilmu hadits, ada istilah tadlis, yakni mengaku mendengar langsung dari sumber informasi, padahal tidak.  Walau informasinya benar, haditsnya tidak diterima, kecuali memenuhi syarat-syarat tambahan.

Misal,  si A mengucapkan sesuatu. Si B mendengar langsung. Si C mendengar dari si B.  Si C menyampaikan ucapan si A kepada orang lain tanpa menyebut informasi itu didapat dari si B.  Dalam ilmu hadits, ini disebut tadlis, walau kutipannya benar.

Dalam etik jurnalistik juga demikian, pengabar tidak boleh mengakui mendengar suatu informasi dari narsum secara langsung jika memang tidak bertemu langsung.  Atau mengabarkan suatu kondisi seolah-olah dirinya berada di tempat kejadian,  padahal tidak.

Periwayatan hadits lebih ketat dalam persyaratannya dibanding yang dilakukan jurnalis, karena informasinya melalui jalur yang panjang,  dari perawi ke perawi yang lain hingga ujungnya sampai Rasulullah saw.  Sedangkan jurnalis, cukup apa yang ia lihat dan dengar secara langsung dari suatu peristiwa atau dari nara sumber.

Tetapi,  perlu dicermati perbedaannya.

Saat ini, teknologi komunikasi dalam berita-berita media sudah sangat maju, namun itu termasuk pengolahan informasi yang canggih untuk memenuhi kepentingan tertentu,  salah satunya dengan teknik framming berita.  Juga teknik-teknik lain,  barangkali, yang bisa menembus celah kode etik jurnalistik.

Periwayatan hadits tidak seperti itu. Tak ada kepentingan kecuali untuk mendapatkan secara akurat informasi dari Rasulullah apa adanya.  Motivasi ini didasari pada prinsip Islam, yakni kepasrahan kepada Allah saja,  dengan bukti hanya mengikuti rasul Nya.

Maka,  seharusnya umat Islam dapat unggul dalam persaingan media,  berdasar kultur ilmu hadits yang telah teruji secara ilmiah.  Jika sekarang terbelakang,  bisa jadi umat sudah meninggalkan warisan para ulama tersebut bahkan mengabaikannya.

Tanda fitnah akhir zaman sudah dimulai.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...