close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Fanatisme Golongan Itu Maksiat

Dewasa ini timbulnya fanatisme golongan sangat marak terjadi di kalangan umat Islam Indonesia yang hitrogen, akibatnya tidak jarang bukan sekedar terjadi beda pendapat, namun menjurus kepada gesekan fisik di kalangan umat Islam, hanya karena berbeda ‘baju’, sekalipun masih dalam satu aqidah, Ahlus sunnah wal jamaah.

Padahal, fanatisme golongan yang tidak dilandasi hukum syariat itu adalah kemaksiatan yang menumpuk dosa bagi pelakunya, apalagi jika fanatismenya itu terhitung melanggar hukum Allah.

Misalnya ada orang yang fanatik terhadap seorang figur ahli maksiat, baik maksiat fisik maupun maksiat keyakinan, namun tetap dibela mati-matian hanya karena satu golongan atau almamater dengan dirinya, walaupun secara kasat mata sang idola itu telah menerjang hukum Allah.

Allah berfirman yang artinya, “Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang dzalim.” (QS. Al-Baqarah, 229).

Dalam firman yang lain disebutkan, “Dan janganlah kamu cenderung (fanatik) kepada orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan di beri pertolongan.” (Arti QS. Hud, 113).

Tentang fanatisme buta, yang dalam bahasa Arab adalah ‘ashabiyyah, Rasulullah SAW secara terang-terangan menilai negatif, sebagaimana Sy. Watsilah bin Asqa’ RA mengungkapkan bahwa ia pernah bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah SAW, apakah arti ‘ashabiyyah?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila engkau membantu golonganmu untuk melakukan kedzaliman.” (HR. Abu Dawud).

Lebih jelas lagi Sy. Jubair bin Muth’im RA memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda tentang larangan fanatisme, “Bukan dari golongan kami orang yang menyeru kepada ‘ashabiyyah. Bukan dari golongan kami orang yang berperang demi ‘ashabiyah, dan bukan dari golongan kami orang yang mati dalam membela ‘ashabiyyah.” (HR. Abu Dawud)

Orang yang fanatik terhadap seorang figur ahli maksiat, bukan karena pembelaan terhadap aturan syariat itu, digambarkan ibarat ia sedang mengekor kepada seekor onta yang sedang berjalan dan tidak mengetahui ada bahaya di depannya, namun dirinya tetap mengikuti langkah demi langkah si onta tersebut hingga bersama-sama menabrak bahaya.

Sy. Abdullah bin Mas’ud RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang membantu kaumnya (melakukan kebatilan), bukan pada jalan yang benar, maka bagaikan seekor onta yang terjerumus, sedangkan ia menarik (memegang) ekornya.” (HR. Abu Dawud).

Fanatik dalam membela suatu golongan itu ada yang diperbolehkan jika memenuhi syarat, antara lain jika golongan atau figur yang dibelanya itu, sedang memperjuangkan ajaran Islam yang sesuai aturan Alquran, Hadist, Ijma’ dan Qiyas.

Jadi, hakikatnya ia sedang membela segala hal yang temasuk ajaran Islam walaupun secara fanatik, namun dengan cara-cara yang sesuai syariat dan tidak menerjang hukum agama, atau bisa dikatakan bahwa ia menerapkan fanatismenya itu khusus kepada kepentingan Allah dan Rasul-Nya.

Sy. Suraqah bin Malik RA menginformarmasikan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang membela golongannya, selama tidak melanggar dosa.” (HR. Abu Dawud).

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...