close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Boleh Shalat Jenazah di Kuburan

Jika seseorang berniat menghadiri prosesi pemakaman jenazah saudaranya sesama muslim, namun karena suatu sebab, misalnya lantaran terjebak kemacetan di jalan, maka setiba di rumah duka hendaklah ia minta diantarkan ke tempat makam kuburan jenazah, lantas shalat jenazah di bagian samping atas makam kuburan yang dimaksud.

Sy. Ibnu Abbas RA menceritakan, “Rasulullah SAW tiba di kuburan yang masih basah (karena masih baru dimakamkan), lalu beliau SAW shalat jenazah di dekatnya. Maka, kami pun berdiri pula di belakang beliau SAW dan bertakbir empat kali.” (HR. Muslim).

Shalat jenazah ini sangat bermakna bagi mayit yang sedang mendapat ujian di alam kubur, termasuk saat mayit ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang siapa tuhannya, siapa nabinya, apa agamanya, apa qiblatnya, apa kitab pedomannya dan siapa kawan-kawannya.

Semakin banyak orang yang menyalati jenazah, maka semakin mudah pula bagi mayit untuk mendapatkan kenikmatan dan kenyamanan hidup di alam kubur. Seperti juga semakin banyak orang yang mendoakan serta memintakan ampunan kepada Allah untuknya, maka semakin baik pula kondisi kehidupan mayit di tempat peristirahatan yang terakhir itu. Apalagi hakiakat shalat itu sendiri adalah doa, karena semua bacaan yang ada dalam shalat jenazah itu adalah murni dzikir dan doa memohon kepada Allah untuk kebaikan si mayit.

Sy. Abdullah bin Abbas RA menceritakan bahwa anaknya telah meninggal di Qudaid atau di Usfan. Saat itu ia bertanya kepada budak sahayanya, “Wahai Kuraib, coba engkau lihat, sudah banyakkah orang yang berkumpul untuk menyalati jenazah?”

Kuraib pergi melihat jumlah orang yang takziyah, kemudian memberitahukan kepada Abdullah, bahwa memang sudah banyak orang yang berkumpul.

“Apakah jumlah mereka ada empat puluh orang?” tanya Abdullah lagi.

“Ada.”

“Keluarkanlah jenazahnya. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang muslim meninggal dunia, lalu jenazahnya dishalatkan empat puluh orang muslim (yang tidak musyrik), maka Allah akan menerima syafaat mereka terhadap jenazah itu.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain, Sy. Aisyah RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak satupun mayit yang dishalati oleh seratus orang muslim, dan semuanya memohonkan syafaat bagi mayit itu, melainkan Allah mengabulkan permohonan mereka.” (HR. Muslim).

Dari keterangan hadits di atas dan tentunya masih banyak hadits-hadits lainnya yang semakna, menunjukkan bahwa jumlah orang yang ikut menyalati jenazah seorang muslim itu, sangat berpengaruh dan bermanfaat bagi kemashlahatan kehidupan si mayit di alam kuburnya. Semakin banyak orang yang ikut menyalati, semakin baik pula bagi jenazah tersebut, apalagi jika ditambah dengan pelaksanaan shalat ghaib bersama jumlah jamaah yang banyak pula.

Sebagaimana disebutkan, bahwa ketika wafatnya Raja Najasyi dari kerajaan Habasyah (Ethiopia) yang menyatakan masuk Islam setelah menerima surat dari Rasulullah SAW, maka beliau SAW bersabda: “Telah wafat Raja Habasyah dan kita akan akan melakukan shalat (ghaib) untuknya.

Inilah sejarah shalat ghaib yang pertama kalinya dilaksanakan. (HR. Bukhari).

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...