Follow SERUJI

96,291FansSuka
396PengikutMengikuti
6,765PengikutMengikuti
668PelangganBerlangganan

Bagaimana Cuci Otak Bekerja?

Cuci otak atau dalam bahasa asingnya “Brain Wash” merupakan sebuah tindakan untuk merubah pola pikir seseorang menjadi pribadi yang berbeda dengan pembawaan aselinya. Bagi orang yang sudah terkena tindakan cuci otak tidak akan menyadari akan kondisi sebenarnya, hal ini dikarenakan mereka sudah memasuki dunia baru yang berbeda dengan dunia yang selama ini mereka kenal.

Bagaimanakah cuci otak bekerja pada korban cuci otak?

Cuci otak paling mudah pada orang-orang yang memiliki mental yang lemah atau dalam kondisi tertekan. Hal ini didasari pada timbulnya rasa tidak percaya diri atau bahkan merasa dirinya tidak berguna bagi dirinya atau orang lain. Pembullian, penyakit menahun, kegagalan karir atau pendidikan dan bahkan kegagalan dalam berumah tangga merupakan sasaran yang mudah untuk melakukan tindakan cuci otak.

Kehadiran pelaku cuci otak pada orang yang lemah secara psikologis bagaikan dewa penolong bagi orang tersebut. Pelaku cuci otak akan berusaha mengisolasi korban untuk menjauh dari lingkungannya. Hal ini biasanya dilakukan dengan melakukan pertemuan yang lebih insentif antara pelaku dan korban. Pelaku akan menjadi pendengar yang baik bagi korban, seakan mendengarkan curahan hati korban. Padahal saat itulah pelaku sedang mengumpulkan data-data untuk mengetahui titik kelemahan korban tersebut.

Korban sudah mulai merasakan kenyamanan dengan pelaku cuci otak, maka digabungkanlah korban bersama dengan korban-korban lainnya. Dalam kondisi ini pelaku cuci otak akan menekankan bahwa kelompoknya merupakan tempat paling nyaman untuk korban dan bahkan memiliki status di atas kelompok lainnya. Pengulangan materi dan yel-yel bahkan moto untuk menyamakan pola pikir menjadi menu sehari-hari. Korban akan merasa dirinya sudah ditempat paling benar dibanding kelompok-kelompok di luar. Bahkan hubungan darah atau kerabat sudah dikalahkan dalam kondisi ini, mereka merasa bahwa inilah kehidupan yang sebenarnya.

Penghargaan akan diberikan kepada korban ketika mereka melakukan suatu perbuatan yang sesuai dengan aturan kelompok mereka dengan sebutan yang istimewa. Meskipun perbuatan tersebut bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat. Seorang anggota balapan liar akan diangkat jadi “jagoan” ketika mampu lepas dari kejaran polantas atau bahkan menerobos lampu merah dengan seenak sendiri. Penghargaan tersebut membuat mereka semakin dalam tenggelam dalam kondisi tercuci otaknya.

Penghargaan lain terhadap korban yang sudah mampu menerapkan hasil cuci otak adalah dengan memberikan sebutan-sebutan baru pada korban. Sebutan jagoan baru, sang penakluk atau bahkan sebutan yang sesuai dengan dasar ideologi kelompoknya untuk meyakinkan bahwa korban benar-benar bangga akan perubahan kehidupannya.

Dan pada akhirnya korban akan mendapatkan ujian dari pelaku cuci otak untuk melakukan perbuatan dengan resiko yang berbahaya. Dalam kasus cuci otak dalam kelompok kajian menyimpang. korban diminta untuk melakukan tindakan kriminal baik pencurian, perampokan atau bahkan pembunuhan. Sikap korban dengan kebanggaan setelah melakukan perbuatan tersebut merupakan indikasi bahwa proses cuci otak pada korban sudah berhasil.

Dalam kondisi sekarang dengan arus informasi yang tanpa batas, tentunya kita harus mampu memberikan dasar-dasar yang kuat pada keluarga dan juga lingkungan. Kenalilah tanda-tanda yang mencurigakan di lingkungan ketika ditengarai adanya tindakan cuci otak. Proses cuci otak tentunya akan susah untuk dituntut ke ranah hukum, dikarenakan barang bukti yang tidak mudah ditemukan.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Misbah Hadi Wiyonohttp://www.kcu-wooddoor.com
Berprofesi sebagai marketing produk kayu baik lokal/proyek dan export ke Asia, Amerika dan Afrika. Membina Ponpes Darrul Arash - Lebak - Banten Gusdurian dan tidak berafiliasi ke parpol manapun Belajar untuk lebih bermanfaat untuk agama dan bangsa ini sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Hipokrit HAM, Langgengkan Penjajahan

Di Tepi Barat hidup sekitar 400 ribu warga Yahudi, dan 200 ribu lainnya di Yerussalem Timur. Disisi lain, Israel juga berniat mendirikan negara di Tepi Barat yang memang ditinggali sekitar 2,5 juta warga Palestina.

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Inilah Orasi Terbaik Prabowo versi Anis Matta

Dia mencatat ada ungkapan terbaik yang dilontarkan Prabowo pada orasinya pagi tadi di acara tersebut, yaitu saat Prabowo mengatakan, “Saya ingin mewakafkan sisa hidup saya untuk rakyat.”

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...