Takbir Speaker Tak Menggetarkan Hati

Takbir Speaker Tak Menggetarkan Hati

WARGASERUJI –  Malam takbiran sudah lewat. Sholat Id juga sudah. Tapi, ada rasa yang hilang. Tak ada yang menggetarkan hati. Takbir melalui speaker hanya memenuhi telinga.

Pada malam takbiran, diadakan festival dan lomba takbiran. Aneka bentuk kreatifitas dimunculkan. Sampai instrumen musik dihadirkan. Bagus? Iya. Menggetarkan hati? Mungkin, tapi bukan untuk alasan yang benar.

Bisa saja dihubung-hubungkan dengan kebesaran Allah, namun hasil lomba tetap berdasarkan “kebesaran manusia”. Entah itu kreatifitasnya, kekompakannya atau keindahan hasil karyanya. Sedangkan takbir hanya menjadi salah satu “tema” yang tidak berdaya.

Esensi takbir adalah kebesaran Allah. Akan mampu menggetarkan hati bila diucapkan oleh orang-orang yang ikhlas, dalam suasana kerendahan hati di hadapan ilahi.

Sangat terasa perbedaannya tatkala sebelum shalat id didirikan. Dulu, ketika pengeras suara tidak begitu dominan, suara takbir jamaah menggema menggetarkan jiwa. Sekarang, takbir lebih keras dengan alat, tapi terasa seperti mie instan, kuat di rasa kering di tenggorokan.

Teknologi memang memberi dampak kemudahan bagi manusia. Di sisi lain, menjadi ancaman keimanan. Jika tidak hati-hati, manusia hanya akan cenderung kepada “kebesaran manusia” dibandingkan “kebesaran Allah”.

Tidak usah jauh-jauh, sekarang sudah banyak orang menjadi ateis dan agnostik karena terlalu “human oriented”. Merasa bahwa segalanya ada di tangan manusia.

Mungkin, sekali-kali diadakan takbir tanpa alat. Benar-benar dilakukan dengan keikhlasan karena hendak mengumandangkan kebesaran Allah. Semoga bisa menggelitik nurani kaum muslimin.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pendidikan Anak Bermula Dari Rumah

Perlu untuk disadari kalau pendidikan itu tidak harus dan tidak hanya yang berlangsung di ruang kelas atau dari lembaga pendidikan. Keluarga adalah madrasah, rumah...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Omong Kosong Fatar Yani Setelah Dilantik Sebagai Wakil Kepala SKKMigas

Hal yang cukup disesalkan adalah adanya pernyataan Deputi Operasi SKKMigas saat itu, Fatar Yani, yang mengatakan bahwa berhentinya operasi Lapangan Kepodang adalah karena force majeur. Hal ini dinilai menyesatkan dan diduga keras keberadaan dia di SKKMigas untuk melindungi kepentingan Petronas.

Analisis Jual Makanan Lewat Pasar Daring

Makanan khas Jogja apa yang cocok dijual lewat pasar daring (online marketplace)? Apa harus terkenal? Perlu syarat tertentu?
close