close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Sukmawati, Kidung dan Azan : Memilih Marah, Memungut Rasa Malu

Menjadi bijaksana itu pilihan. Segala kejadian yang terlihat baik ataupun buruk merupakan hal yang baik apabila kita melihatnya dengan kebaikan, demikian Harun Yahya dalam bukunya Seeing Good In All.

Kita terus dituntut untuk terus belajar menjadi bijaksana dalam melihat semua persoalan, sehingga ketika kita menghadapi dan menyelesaikan suatu persoalan, diperoleh hasil yang cukup bijaksana bagi banyak pihak. Keterampilan untuk menjadi orang bijaksana, sesungguhnya terbantu melalui peristiwa “Puisi Sari Konde Bu Sukmawati”

Mengapa bisa begitu ?

Sebabnya karena Allah telah menetapkan takdir bagi setiap makhluk-Nya. Semua peristiwa yang telah dan akan dialami oleh mereka telah tercatat dalam sebuah kitab yang tersimpan di Lauhul Mahfuzh. Tak ada sedikit pun peristiwa yang terjadi yang luput dalam catatan ini.

Terhadap rahasia di balik peristiwa, orang-orang beriman selalu berpikir positif (husnuzh-zhan) terhadap Allah. Dan mereka selalu mencari puzle-puzle kebaikan di balik setiap peristiwa yang terjadi -sama ada itu peristiwa baik maupun yang buruk. Mereka berkeyakinan bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi dirinya -tak terkecuali peristiwa “Puisi Sari Konde Bu Sukma”.

Dimanakah puzle-puzle kebaikannya ? Masing-masing orang bisa menemukan, memungut, dan menyusun puzle-puzle kebaikan itu menurut cara-caranya sendiri.

Ada yang dapat kebaikan karena marahnya. Dia marah karena kesucian agamanya dinistakan. Itu (sajapun) sudah baik.

Sebahagian yang lain ada yang dapat kebaikan karena sabarnya. Dia bersabar karena tidak ikut-ikutan mencaci kekurangan bentuk pisik Bu Sukma. Baginya urusan pisik tidak berhubungan (sama sekali) dengan ujaran penistaannya. Dia sadar sepenuh hati bahwa sekiranya Tuhan memberi kesempatan memilih, tentulah Bu Sukma tidak ingin punya kekurangan pisik sehingga di”meme”-kan dengan bukaan botol. Melihat meme begitu, ada yang beristighfar. Astaghfirullah al ‘azhiim. Duuuh… gara-gara Bu Sukma ada orang yang ingat Allah. Bukankah itu kebaikan ?

Begitu juga yang lain. Dia dapat kebaikan karena amal pikirannya. Dia berpikir bahwa ungkapan “sombong kepada orang sombong sedekah” bukanlah dilakukan dengan cara mencaci kekurangan pisik Bu Sukma. Terlebih lagi, bukankah tidak ada yang cacat dalam ciptaan Allah ?

Walhasil, tepatlah isi buku Harun Yahya itu seperti tulisnya “Ada Kebaikan dalam Segala Hal”. Bahkan yang lebih dahsyatnya lagi, Puisi Kidung dan Azan Bu Sukma itu bisa memungut rasa malu yang selama ini sudah lama hilang.

Benar. Bu Sukma sudah menistakan kesakralan azan. Tapi bukankah selama ini banyak Bu Sukma Bu Sukma lain yang setiap harinya menistakan panggilan azan ? Dan jangan-jangan sebagian besar dari orang-orang yang marah-marah itu aktor-aktornya. Duh, malunya. Rupanya Allah sedang membacakan “Puisi Sari Konde dan Kidung” untuk membuat kita malu.

Coba kita survei kecil-kecilan di grup-grup WhatsApp yang kini mengalirkan kemarahan ke Bu Sukma. Berapa persen dari anggota grup yang ketika panggilan azan shalatnya 5 waktu berjemaah ke mesjid ? Duh, malunya. Rupanya disinipun ada kebaikan. Kebaikan untuk memungut rasa malu yang sudah lama hilang. Dan boleh jadi, hilangnya rasa malu itulah (tidak shalat berjemaah 5 waktu ke mesjid) yang menyebabkan orang lain merasa menjadi makin bebas menista agama (Islam).

Kiranya, dari tusuk Sari Konde Bu Sukma bisa menusuk -maaf- pantat-pantat ribuan orang Islam yang selama ini malas shalat berjamaah ke mesjid hingga mesjid jadi penuh -sepenuh ribuan orang Islam yang nanti akan turun ke jalan berdemo menuntut hukuman ke Bu Sukma.

Mudah-mudahan kita mati dalam keadaan sudah punya rasa malu, begitu kalimat halusnya. Tapi kalau mau gaya bahasa anak Medan kalimatnya diubah jadi begini :

“Mudah-mudahan kelen jangan jadi orang munafik. Cem udah betoool ajapun kelen” He-he-he

Semoga…

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...