Follow SERUJI

96,291FansSuka
396PengikutMengikuti
6,765PengikutMengikuti
668PelangganBerlangganan

Sukmawati itu Korban

Kalau Sukmawati itu menyatakan perasaannya, pemikirannya, maka itu haknya. Melalui sebuah puisi, atas nama seni, bebas apa saja bisa ia sampaikan, sebaik atau sejorok dan sejelek apapun. Jika sekarang menjadi pembicaraan, bahkan polemik, maka sesungguhnya Sukmawati itu korban.

Puisi Sukmawati disuarakan di sebuah acara duniawi, jelas arahnya, bukan tentang agama. Kacamata sudut pandangnya dari keduniaan, dipakai untuk melihat orang-orang yang melakukan tindakan keakhiratan. Yang dinilai adalah rasa, bukan hakikat. Makanya, ia hanya membandingkan kidung dengan adzan, sanggul dengan cadar, melalui rasa semata, tak ada basis “mengapa” dan “bagaimana sejatinya”.

Bagaimana pemikirannya terbentuk, barangkali mengalir bersama hidupnya akibat lingkungan yang ia alami. Secara luas, pemikirannya terpengaruh mode dunia modern yang memisahkan antara dunia dengan akhirat, disebut sekulerisasi, yang merambat ke arah ranah polemik antara syariat dan budaya.

Syariat Islam sangat berbeda dengan syariat agama lain. Sesuai dengan namanya, Islam bisa berarti pasrah. Sedangkan syariat berarti aturan dari Tuhan. Ber-Islam berarti pasrah kepada aturan Tuhan. Sedangkan budaya itu hasil pemikiran manusia, bukan syariat Tuhan.

Jika paham sekuler itu memisahkan agama dengan budaya secara “setara”, maka Islam meletakkan budaya di bawah syariat. Budayalah yang harus menyesuaikan syariat yang ada. Menyetarakan agama dan budaya itu ada di alam pikiran para ateis, orang-orang yang tak mengakui adanya Tuhan. Mereka anggap agama adalah hasil budaya manusia.

Pemikiran ateis yang menyebar pesat di dunia modern Barat, yang saat ini menjadi pusat peradaban manusia, membawa banyak korban bukan hanya di kalangan masyarakat mereka, namun menyebar dan meluas di kalangan agamis seperti di Indonesia melalui dogma-dogma akademik serta media. Muncullah orang-orang yang beragama dalam bentuk status, tapi tidak dalam pemikiran.

Bukan berarti korban bisa lepas dari tanggungjawab, atas nama manusia. Itu sama halnya seperti ketika manusia masuk neraka gara-gara jadi korban ajakan syetan melakukan perbuatan ahli neraka. Setiap manusia punya tanggungjawab berupa kehendak bebas, punya kesadaran untuk memilih.

Kelak, orang-orang Islam akan menjadi saksi. Artinya, segala perilaku orang Islam tidak dijadikan pertimbangan berpikir, dan hanya menuruti “rasa” dunia. Ia adalah korban, tapi kelak sadar bahwa itu pilihannya sendiri, saat menerima kitab catatan amal di tangannya.

Jika Allah menghendaki, setelah peristiwa ini barangkali ada kesempatan untuk kembali sebelum maut menjelang, semoga. Bila tak dimanfaatkan, kerugian terbesar yang akan menimpa.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Hipokrit HAM, Langgengkan Penjajahan

Di Tepi Barat hidup sekitar 400 ribu warga Yahudi, dan 200 ribu lainnya di Yerussalem Timur. Disisi lain, Israel juga berniat mendirikan negara di Tepi Barat yang memang ditinggali sekitar 2,5 juta warga Palestina.

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Inilah Orasi Terbaik Prabowo versi Anis Matta

Dia mencatat ada ungkapan terbaik yang dilontarkan Prabowo pada orasinya pagi tadi di acara tersebut, yaitu saat Prabowo mengatakan, “Saya ingin mewakafkan sisa hidup saya untuk rakyat.”

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...