Reaksi “Umat” Atas Kasus Anjing Dibawa Masuk Masjid

Reaksi “Umat” Atas Kasus Anjing Dibawa Masuk Masjid

WARGASERUJI – Disebut umat, berarti bukan satu orang. Artinya, sesungguhnya tak ada yang mewakili umat. Yang ada, klaim sebagai suara umat. Berikut ini, beberapa reaksi “umat” atas kasus anjing dibawa masuk masjid oleh seorang perempuan.

Marah

Ini reaksi wajar. Namun, beda-beda alasan marahnya.

Ada yang marah karena nanti capek membersihkan lantai yang harus disucikan dengan tujuh kali bilasan, salah satunya dengan tanah. Kemungkinan kemarahan ini muncul dari marbot masjid. Apa iya marah?

Ada yang marah karena ibu yang membawa anjing itu marah-marah. Nah, ini karena tidak suka dimarah-marahi, jadi ikut marah-marah. Atau karena memang sedang ingin marah-marah juga?

Ada juga yang marah karena merasa masjid itu tempat suci. Nah, ini karena terbawa cinta, cinta kepada Allah sehingga marah kalau rumah Allah dikotori. Tapi, tak usah terlalu dilampiaskan, bisa jadi si ibu tidak mengerti. Cukup dinasehati baik-baik. Syukur dapat hidayah sehingga nanti rajin ibadah ke masjid.

Merasa Lucu

Sebenarnya, tidak lucu. Tapi, tetap saja ada yang merasa itu lucu. Orang yang merasa ini lucu tidak berempati kepada orang yang menganggap masjid sebagai tempat suci.

Tapi, sepertinya sedikit sekali orang seperti ini di Indonesia, karena orang Indonesia itu terkenal sangat toleran antar pemeluk umat beragama. Mungkin, bukan orang Indonesia yang begitu.

Merasa Biasa Saja

Nah, kalau orang merasa biasa saja, maka ini termasuk golongan yang tidak peduli dengan kondisi sosial. Bertolak belakang dengan toleransi, orang tidak peduli berarti memang hendak mengasingkan diri. Ingin hidup enaknya sendiri.

Tipe ini hanya terganggu kalau hidupnya diganggu. Kalau hanya tidak peduli sih lumayan. Yang parah itu sudah tidak peduli, tapi marah-marah kepada orang yang peduli. Pinginnya orang-orang ikut dengan prinsip dirinya.

Tentang terkait alasan ibu yang bawa anjing itu, memang ada yang lucu. Masa si ibu beralasan sedang cari suami?

Kalau si ibu sudah tidak punya suami, berarti bagus cari suami di masjid. Artinya, ingin agar calon suaminya rajin beribadah ke masjid.

Kalau ternyata ia cari suaminya sendiri, berarti bagus juga. Mungkin si suami sekarang rajin ke masjid. Ditemukan saja dengan suaminya, barangkali nanti setelah bertemu bisa dinasehati dengan baik.

Atau ada masalah lain? Wah, kalau itu urusan pribadi rumah tangga. Biar diselesaikan sendiri.

Namun, alasan itu cukup fenomenal. Karena, selama ini tidak ada perempuan membawa anjing ke dalam masjid hanya untuk mencari suaminya. Mengapa tidak ke kantor polisi kalau merasa kehilangan? Atau paling tidak menunggu di luar?

Itulah beberapa reaksi “umat” atas kasus anjing dibawa masuk masjid. Atau, lebih baik disebut reaksi orang-orang ketimbang umat. Ada yang cocok dengan reaksi Anda?

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Kelebihan Sambung Pucuk

Sambung pucuk memiliki beberapa kelebihan, penggabungan antara kelebihan dengan pembiakan secara generatif dan vegetatif.

Orang Bohong Yang Bertobat vs Orang Bohong Yang Keterusan

Menjaga kejujuran sangatlan penting, sedangkan memelihara kebohongan adalah perbuatan jahat yang akan menghancurkan diri sendiri. Orang yang berbohong lantas bertobat dengan cara mengakui kebohongannya dan...
close