Rahasia Rezeki, Penjara Dipakai untuk Bisnis Narkoba

Rahasia Rezeki, Penjara Dipakai untuk Bisnis Narkoba

WARGASERUJI – Danil yang tinggal di lapas, ternyata punya peran sebagai pengendali peredaran narkoba. Dia punya jaringan di luar tembok penjara, sehingga pendek kata penjara dipakai untuk bisnis narkoba. Pembelinya bisa sesama penghuni atau pihak luar. Hal ini terungkap setelah dilakukan pengembangan kasus narkoba oleh polisi, seperti yang dijelaskan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Farman.

“Awalnya pada 2 Agustus 2018 kami menangkap tersangka Rizky yang juga narapidana dan Adiman selaku oknum sipir Lapas Merah Mata. Kedua tersangka ini berperan berbeda, Rizki memerintahkan Adiman mengambil sabu seberat 209,56 gram hingga akhirnya kasusnya terungkap dan mereka kami tangkap,” jelas Farman.

Dari pengungkapan kasus tersebut kemudian dilakukan pengembangan hingga pihaknya kembali mengungkap tiga tersangka lainnya yang merupakan satu keluarga. Ketiga tersangka ialah Herman Gani, yang juga narapidana, bersama kedua anaknya, Nabila dan Idham. Dalam kasus ini ketiga tersangka berperan berbeda.

Herman sebagai pemesan narkoba, lalu Nabila dan Idham yang mengambilnya di pinggir Jalan Tasik Talang Semut Kelurahan Palembang. Dari kasus ini diamankan empat paket sabu seberat 370 gram dan 300 butir ekstasi.

Setelah terungkapnya kasus-kasus tersebut, lalu pihaknya melakukan pendalaman penyelidikan. Hingga diketahui jika bandarnya yakni Danil Saputra yang juga narapidana di Lapas Merah Mata.

“Saat dilakukan pemeriksaan terhadap Danil, yang bersangkutan berupaya menyuap uang kepada penyidik. Dari sinilah terungkap kasus TPPU hingga kami menyita semua aset dan uang tersangka,” terangnya.

“Dengan terungkapnya kasus ini, maka Danil yang kini berstatus narapidana di lapas kembali diproses hukum, sehingga otomatis hukumnya akan bertambah,” Farman menambahkan.

Maunya mengejar rezeki dengan berbisnis di penjara, namun berakhir nista. Inilah rahasia rezeki. Ada yang bernafsu memburu, malah ditinggal pergi rezeki. Sebaliknya, banyak yang melepas ikhlas, malah datang bagai banjir bandang.

Bolehlah penjara dipakai untuk bisnis, tapi jangan barang yang tak berkah, jangan pula dengan cara yang tak benar. Kalaupun tidak terungkap, tetap saja terikat was-was dan ketakutan. Kapan bisa berhati damai? Setuju?

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Menonton Film Wide Awake, Kim Myung Min

Film Wide Awake adalah film asal Korea yang rilis pada tahun 2007 dan dibintangi oleh Kim Myung Min. Film ini bercerita tentang seorang bocah...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Orang Bohong Yang Bertobat vs Orang Bohong Yang Keterusan

Menjaga kejujuran sangatlan penting, sedangkan memelihara kebohongan adalah perbuatan jahat yang akan menghancurkan diri sendiri. Orang yang berbohong lantas bertobat dengan cara mengakui kebohongannya dan...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...
close