close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Puisi Sukmawati dan Pilgub Jatim 2018

Oleh: Syaifulloh

Bak disambar petir di siang bolong melihat puisi yang dibacakan oleh Sukmawati via video yang beredar luas di dunia maya. Peredaran video via group-group kelompok-kelompok tertentu telah menggelinding begitu kencang sehingga bisa dilihat oleh siapapun dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat luas.

Perbincangan mengenai puisi yang melecehkan Syariat Islam dan adzan ini semakin hangat dan menjurus panas dan terus menggelinding bak bola salju turun dari gunung. Berbagai komponen masyarakat sudah melaporkan kasus baca puisi ke kepolisian.

Hari ini sudah ada yang melaporkan Sukmawati secara resmi ke Polda Metro Jaya. Sesuai perkembangan waktu tentunya masih ada elemen masyarakat yang akan melaporkannya di berbagai tempat di wilayah kepolisian masing-masing.

Kasus puisi ini akan membawa dampak psikologi yang luar biasa besar dengan banyaknya masyarakat biasa maupun tokoh-tokoh nasional terus memberikan tanggapan puisi Sukmawati. Tanggapan berbagai macam dari berbagai tokoh nasional menunjukkan bahwa puisi yang dibacakan bisa menjadi ancaman serius bagi ketentraman masyarakat secara nasional, sekaligus bisa meretakkan kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Gelindingan puisi ini juga pasti menjalar ke Jawa Timur, propinsi yang memiliki dengan jumlah pesantren cukup besar di Jawa Timur. Pesantren tersebar di berbagai Kabupaten dengan jumlah signifikan menjadi kekuatan syiar Islam. Syiar melalui cara berpakaian ala muslimah di pondok-pondok pesantren.

Kegiatan keagamaan terutama shalat 5 waktu dimulai dengan adzan. Suara adzan inilah yang dijadikan salah satu isi puisi Sukmawati dan dibacakan dihadapan publik. Suara adzan sebagai panggilan luhur umat Islam dimanapun berada untuk mengerjakan shalat 5 waktu dijadikan bahan lecehan olehnya.

Jawa Timur saat ini sedang melakukan masa kampanye pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur untuk kedua calon. Salah satu calon wakil gubernur adalah keponakan dari Sukmawati yaitu Puti Guntur Sukarno. Sebagai keluarga dekat dari Sukmawati, Puti akan merasakan sambaran awu anget dari puisi yang membuat umat Islam marah akibat bacaan puisi dihadapan publik.

Sambaran awu anget puisi dari Sukmawati ini apabila terus menggelinding pada Pilgub Jatim 2018 tentunya akan menjadi bola panas bagi Puti. Masyarakat akan menghubung-hubungkan kekerabatan ini pada sosok yang merendahkan Islam.

Sebagai calon wakil gubernur dari PDIP, masyarakat Jatim terutama umat Islam sudah tentu memiliki catatan-catatan khusus bagi partai ini. Walaupun Sukmawati bukan dari PDIP tetapi apa yang dibacakan di puisi itu sangat jelas menyerang syariat Islam dan adzan secara terbuka.

Pola menghubung-hubungkan kekerabatan ini pada Pilgub atau Pilbup menjadi hal yang wajar karena publik menginginkan untuk mendapatkan calon pemimpin terbaik di Jawa Timur.

Kejadian puisi ini juga semakin terbuka kepada umat Islam siapa saja yang memusuhi dan alergi terhadap Islam. Masyarakat bisa melihat dengan mata kepala sendiri via video yang bisa diakses dengan mudah oleh siapapun. Kejadian baca puisi Sukmawati bisa menjadi kasus khusus pada Pilgub Jatim 2018.

Tinggal menunggu apa yang terjadi sampai bulan Juni 2018 yang akan datang. Kalau gelindingan puisi ini semakin membesar, tentunya akan menggerus suara pemilih yang marah akibat hubungan kekerabatan pada calon wakil gubernur dengan pembaca puisi. Jika gelindingan ini semakin diperbincangkan masyarakat dengan bumbu-bumbu penyedapnya, maka akan menjadi proses pemilihan menarik di Pilgub Jatim 2018.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...