Follow SERUJI

96,291FansSuka
396PengikutMengikuti
6,765PengikutMengikuti
668PelangganBerlangganan

PR, Hak atau Kewajiban?

PR, istilah yang sangat familier di telinga anak sekolah. Familiernya sebagai beban, seperti “kewajiban”. Sering pula ada hukuman bila tidak mengerjakan, atau hal lain yang menekan. Hampir tak ada yang menganggapnya hak.

Paradigma tentang PR ini menentukan hasilnya. Jika dinilai sebagai kewajiban peserta didik, maka menandakan model pendidikan yang dianut masih terpusat pada guru (teacher centered). Model ini menuntut keseragaman, sesuai pandangan guru. Bentuk PR pasti juga tidak memberi ruang kreatifitas yang luas.

Contoh PR teacher centered: soal-soal latihan, atau tugas-tugas dari buku.

Dampak PR model ini membuat peserta didik ‘tertekan’, dan memiliki penyimpangan motivasi. Yang sebelumnya mungkin tertarik dengan pelajaran, menjadi hanya sekedar agar dipandang guru, atau lebih berat lagi sekedar agar tidak disalahkan.

Barangkali ada yang membela diri, “Bukankah harus terlatih berada di bawah tekanan? Biar tidak jadi anak manja.” Sepertinya benar, namun kualitas PR yang rendah dengan tekanan “kewajiban” hanya menghasilkan orang yang “malas” berpikir, dan membenci subyek yang harus dipelajari. Ini tidak mendidik.

Dari sisi guru, paradigma “PR adalah kewajiban” itu seperti memindahkan beban yang menjadi tanggungjawabnya ke peserta didik. Hal ini membuat guru berlomba-lomba memberi PR banyak-banyak, dengan kualitas seadanya. Jelas, guru tak akan sempat membuat PR yang berkualitas bila kuantitasnya berlebihan.

Bagaimana kalau paradigmanya diubah, bahwa PR adalah hak peserta didik? Bila PR dipandang sebagai hak peserta didik, guru tidak bisa sembarangan membuatnya, atau akan “dituntut”. Atau, bila PR tidak berkualitas, peserta didik boleh menolak mengerjakannya.

Karena hak, peserta didik bahkan bisa “menuntut” guru untuk membuatkannya. Menuntut adalah tanda bahwa peserta didik membutuhkan sesuatu, dan gurulah yang berkewajiban membantu. Membutuhkan alat bantu belajar, karena motivasi mempelajari suatu subyek pembelajaran.

Hanya guru yang bersikap “melayani” yang menganggap PR adalah hak peserta didik. Guru yang demikian, memberi PR ketika diminta, dan menyerahkannya ke peserta didik apakah akan dikerjakan atau tidak. Guru seperti ini, akan selalu berusaha membuat PR yang berkualitas, yang memang menjadi alat bantu yang dibutuhkan peserta didiknya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Hipokrit HAM, Langgengkan Penjajahan

Di Tepi Barat hidup sekitar 400 ribu warga Yahudi, dan 200 ribu lainnya di Yerussalem Timur. Disisi lain, Israel juga berniat mendirikan negara di Tepi Barat yang memang ditinggali sekitar 2,5 juta warga Palestina.

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Inilah Orasi Terbaik Prabowo versi Anis Matta

Dia mencatat ada ungkapan terbaik yang dilontarkan Prabowo pada orasinya pagi tadi di acara tersebut, yaitu saat Prabowo mengatakan, “Saya ingin mewakafkan sisa hidup saya untuk rakyat.”

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...