Pilih Presiden Apa Pilih Anu ?

Pilih Presiden Apa Pilih Anu ?

Tidak lama lagi, 17 April 2019 pesta demokrasi rakyat Indonesia akan digelar. Pemilihan Umum kali ini, setiap orang akan memberikan lima suaranya yakni suara untuk DPRD II , DPRD I , DPR RI, DPD dan suara untuk pemilihan Presiden periode tahun 2019 – 2024.

Memasuki tahun 2019 ini sudah terasa suhu politik (Pilpres) makin panas. Para pendukung kedua pasangan Capres Cawapres sudah mulai saling serang dengan mencari kelemahan masing-masing kandidatnya. Berbagai cara dan upaya menjatuhkan lawan pun tampak dilakukan.

Bagi kami, itu semua tak penting. Pengalaman pahit selama 5 tahun sudah cukup menjadi catatan buruk sepanjang sejarah hidup kami. Seorang pemimpin yang seharusnya mempunyai kemanpuan dalam segala bidang namun kali ini sebaliknya.

Seorang pemimpin yang dinanti seluruh rakyat Indonesia agar mempunyai terobosan demi kesejahteraan masyarakat tapi yang terjadi sebaliknya pula. Negara Indonesia ini sangatlah kaya dalam segala hal, SDA yang melimpah, SDM yang mumpuni, mengapa harus dipimpin seseorang (maaf) dalam hal komunikasi saja sulit dan sering tidak nyambung.

Selama 5 tahun tentu kami bisa menilai, sepak terjang atas minimnya kemampuan yang dimiliki pemimpin kami. Jangankan memikirkan tentang politik, ekonomi, keadilan dan kemakmuran, menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang sangat mudah saja tampak belepotan.

Teks, iya teks, hanya mengandalkan teks (contekan) ia baru bisa mengeluarkan suaranya. Jadi selama ini rakyat Indonesia dipimpin oleh teks, kemana arah isi teks itu harus berjalan. Lalu, siapa sebenarnya yang selama ini menjadi pemimpin negeri ini ?

Diantara tugas seorang pimpinan negara ialah mengambil keputusan yang berpihak pada rakyatnya, bukan atas dasar bisikan. Jika semua keputusan atas dasar anjuran dan ide orang lain, lantas apa bedanya dengan pemain sinetron yang dikendalikan oleh sutradara.

Jika semua langkah itu dilalukan atas dasar peran orang lain, lantas apa bedanya dengan Boneka. Sebagai rakyat Indonesia kami berharap dipimpin oleh seseorang yang benar-benar mempunyai kemampuan diatas rata-rata. Bukan pemimpin yang hanya mempunyai modal ketawa – ketiwi, selfi sana selfi sini.

Seorang presiden yang mengayomi, tegas dan cerdas dalam mengambil keputusan. Bukan Presiden yang banyak gaya, memaksakan kemampuan dengan hanya mengandalkan narasi anu anu dan anu. Tobat, dosa apa yang diperbuat rakyat Indonesia ini sehingga mempunyai Presiden Anu.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close