Follow SERUJI

94,594FansSuka
396PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
739PelangganBerlangganan

Pemilu 2019 Pembunuh Anggota KPPS

WARGASERUJI – Pada Pemilu 2014, tercatat 144 anggota KPPS meninggal dunia saat penghitungan suara. Pemilu 2019, lebih banyak lagi. Kejadian di tahun 2014 ternyata tidak membuat pihak-pihak yang berwenang belajar. Sama artinya, Pemilu 2019 dirancang menjadi mesin pembunuh para anggota KPPS.

Memilukan, pemilu yang disebut sebagai pesta demokrasi seharusnya hingar bingar dengan kegembiraan. Atau memang kata “pesta demokrasi” dipaksakan dimunculkan untuk menutupi keburukan aslinya: perebutan kekuasaan. Jika aslinya seperti itu, memang nyawa manusia menjadi dianggap murah harganya.

Ketika KPU dikritik, tentu tidak pada tempatnya kalau sudah bekerja sesuai aturan dan undang-undang. Contohnya, kritik dan saran dari FKUI yang meminta agar ada shift para anggota KPPS, langsung dijawab oleh KPU sebagai sesuatu yang tidak memungkinkan karena batasan UU.

UU? Siapa yang menetapkan UU? Jawabannya: rakyat, melalui perwakilannya di DPR. DPR itu sendiri produk pemilu. Kualitas DPR adalah wujud dari kualitas pemilu. Akhirnya menjadi lingkaran setan, tidak semakin membaik karena semakin mendegradasi satu dengan lainnya.

- Advertisement -

Prosedur yang ketat dibuat agar tidak terjadi kecurangan. Namun, berdampak pada beratnya proses pemilu. Sepertinya, letak masalah memang tidak pernah ada saling percaya dalam pesta demokrasi. Masih banyak proses yang dilakukan secara manual. Karenanya, beban ke personal menjadi besar.

Proses pemilu tidak akan bisa disederhanakan karena produk politik. Jumlah partai, daftar calon legislatif, dan lain-lain menambah daftar urusan untuk para petugas. Biaya pemilu pun tak bisa seenaknya diusulkan. Pemilu lima tahun ke depan, akan menjadi momok bagi calon petugas KPPS, sebagai pekerjaan lima tahunan yang beresiko tinggi.

Semua alternatif yang memudahkan proses penghitungan suara sangat mudah ditolak. Voting elektronik? Mahal dan beresiko diretas. Apa sih yang tidak bisa ditembus oleh kekuasan uang?

Kalau lima tahun lagi tidak ada perubahan signifikan, maka boleh disebut bangsa bodoh, membiarkan warganya mati hanya untuk “pesta demokrasi” yang dinikmati oleh pemenang pemilu.

Patut menjadi renungan bagi semua warga bangsa. Proses pemilu saja sudah melahirkan bencana bagi beberapa anak bangsa. Apakah korban berjatuhan ini mendapat hal setimpal dengan terpilihnya wakil-wakil rakyat yang berkualitas? Atau seperti produk pemilu 2014 yang akhirnya banyak yang tertangkap karena melakukan korupsi?

Demokrasi adalah kekuasaan rakyat. Kalau hasilnya buruk, yang patut disalahkan tentu rakyat yang berwenang memilih. Ada cara lain?

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Larangan Swafoto di Pesawat Garuda?

Beredar kabar bahwa ada surat dari pihak Garuda yang melarang para penumpang pesawat mengambil gambar foto dan video di dalam kabin pesawat.

Anda Sering Mengkonsumsi Mi Instan? Awas, Risiko Kesehatan Ini Mengintai Anda

Mi instan jadi pilihan di saat-saat mendesak. Entah karena kantong tipis, atau karena terburu-buru. Namun, mi instan sebagai makanan darurat, ada kelemahannya, yakni tidak sehat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

ARTIKEL TERBARU

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp.

Program Sertifikasi Iqro’ Untuk Jaminan Kualitas

Banyak TPA (Taman Pendidikan Al Quran) menjamur di masjid-masjid, patut disyukuri keberadaannya. Artinya, gairah mempelajari Al Quran sudah muncul di mana-mana. Namun, muncul masalah kualitas karena sedikitnya sumber daya ustadz. Untuk itulah diadakan Program Sertifikasi Iqro' (PSI) sebagai cara menjaga kualitas lulusan TPA.

Takut Dosa Itu Sebagian dari Takwa

Takwa bisa dimaknai perbuatan seseorang yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Melakukan hal yang dilarang termasuk dosa, sehingga takut dosa itu sebagian dari takwa.

Ustadz Zakat dan Pebisnis UKM Milenial

Semakin besar ketimpangan ekonomi, semakin besar pula ancaman bagi sebuah negeri. Maka, berterimakasihlah kepada pejuang pemerataan, yakni ustadz zakat dan pebisnis UKM milenial.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp.

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.