Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Netizen Latah, Rusuh di Mako Brimob itu Polri Vs Teroris?

Netizen punya watak (tidak semua) pemarah, atau pura-pura marah. Tandanya, pendek akal. Mudah sekali membuat kesimpulan, terjebak kepada suatu yang detil. Padahal, detil-detil sering bukan bagian dari gambaran besar suatu peristiwa.

Ketika ada yang mengatakan, “Ketidakadilan menyuburkan kekerasan,” tiba-tiba ada yang mempertanyakan, “Anda menghalalkan pembunuhan?” Si penanya terjebak dalam detil gugurnya polisi di Mako Brimob karena napi teroris, untuk membenarkan fanatisme kelompoknya.

Kekerasan dilakukan oleh teroris, itu pasti. Korban kekerasan selalu merasa diteror. Ini ungkapan umum, tidak terbatas kepada definisi pihak tertentu. Orang-orang yang “terbiasa” meneror inilah yang disebut teroris, seharusnya.

Namun, ada pihak yang merasa berhak menyematkan status teroris ke seseorang, atau ke sekelompok orang, serta membiarkan teroris lain disebut kriminal biasa. Berarti sudah tidak adil dari niat. Padahal, ketidakadilan itulah pupuk terorisme masa depan.

Ketidakadilan itu tak hanya menyuburkan kekerasan, namun juga kebencian. Lebih awet bertahan, dan lebih merusak kedamaian. Pihak yang merasa menjadi pahlawan, akan selalu membuat munculnya lawan. Semakin hebat “kepahlawanan” semakin besar pula lawan.

Detil penjebak dalam peristiwa kerusuhan di Mako Brimob adalah kata “Napi Teroris”. Bahkan karenanya, banyak kesimpulan ngawur netizen yang menghubungkan ke isu ISIS, yang segera dibantah Polri. Latah, berduyun-duyun mengusung tagar “kami bersama polisi”.

Mereka lupa gambaran besarnya. Mako Brimob bukan tempat sembarangan. Di dalamnya ada 150-an napi teroris, bukan teroris “bebas”. Terkendali, seharusnya. Tak ada penyerangan dari luar. Bahkan, dikabarkan hanya masalah makanan. Sepele, sepertinya.

Jika tahu teroris, harusnya tidak main-main. Jika rusuh, tak bisa salahkan teroris. Macan di kandang tidak bisa disalahkan jika membunuh penjaganya. Kalau karena kandangnya jelek, salahkan pemilik. Kalau SOP buruk, salahkan pengelola. Penjaga, jadi korban.

Ungkapan “kami bersama Polri” perlu dipertanyakan, karena kesalahan ada di tangan Polri. Seharusnya “kami bersama korban”, dan menuntut petingginya bertanggungjawab. Namun, banyak netizen memang suka berlaku dungu, hanya berpikir Polri Vs Teroris.

Lebih parah lagi, netizen model ini bersegera membuat kesimpulan, bahwa yang mengkritik polisi berarti pro teroris, pro kekejaman, layak dibenci, dan lain-lain. Lembaga kepolisian mereka jadikan dewa suci tanpa kesalahan, demi hendak menghina pihak seberang.

Padahal, merekalah yang akan membusukkan kredibilitas kepolisian, karena sekedar menutup-nutupi kesalahan. Jauh lebih bagus mengkritisi, sehingga berubah dan bertambah baik. Latah atau dungu?

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...