Mengapa Harga Tiket Domestik Lyon Beda Negara Beda Harga?

Mengapa Harga Tiket Domestik Lyon Beda Negara Beda Harga?

WARGASERUJI – Seorang teman menunjukkan harga tiket Lyon yang sangat kontras antara penerbangan di Thailand dengan Indonesia. Mengapa bisa tiket domestik Lyon beda negara beda harga? Ada permainan apa di sana?

Bayangkan, penerbangan dalam negeri Thailand dari Bangkok ke Phuket harga tiket Thai-Lyon hanya Rp471.400,-. Bandingkan dengan penerbangan Jakarta – Pekanbaru yang mencapai Rp1.142.500,-.

Apakah karena orang Indonesia lebih kaya sehingga harga beda jauh? Kemungkinannya tidak, karena secara kemajuan ekonomi tidak ada perbedaan yang besar. Juga, jika diketahui oleh pelanggan, tentu reputasinya bisa menurun jika alasannya hanya seperti itu.

Apakah tarif harga itu memanfaatkan momen lebaran sehingga bisa mengambil untung besar? Kalau memang seperti itu, seharusnya mendapat peringatan dari lembaga perlindungan konsumen. Atau, ada campur tangan pemerintah agar setiap maskapai tidak seenaknya menetapkan tarif.

Atau bisa saja dari biaya operasional yang berbeda. Namun, kalau demikian, mengapa bisa sangat jauh? Apa benar mengoperasikan penerbangan di Indonesia sangat tidak efisien dibanding di Thailand? Tidak efisiennya di mana?

Kalau dilihat sekilas, selisih harga tiket itu akan membuat jengkel konsumen. Mereka akan bertanya-tanya, siapa yang paling diuntungkan dengan harga tiket yang melambung tinggi.

Dari sisi ekonomi jelas berpengaruh. Beberapa daerah destinasi wisata sudah merasakan sepinya pengunjung. Bagai maskapai itu sendiri dalam jangka panjang juga kurang menguntungkan. Berarti, bagaimana memecahkan masalah ini? Siapa yang paling berwenang kalau bukan pemerintah?

Selain itu, bagaimana caranya agar lembaga yang peduli dengan konsumen bisa segera memberi masukan kepada pemerintah sehingga masalah ini segera teratasi? Karena selain membuat ekonomi lesu, juga disinyalir membuat devisa negara mengalir keluar.

Apakah mungkin solusinya dengan tanpa menetapkan tarif bawah? Karena ada negara lain yang tidak mau menetapkan tarif bawah. Atau ada solusi lain mengatasi masalah in-efisiensi di Indonesia?

Semoga segera ada jawaban atas pertanyaan mengapa tiket domestik Lyon beda negara beda harga dari berbagai pihak dan para pakar. Kemudian, pemerintah bertindak cepat agar dampaknya tidak melebar ke mana-mana.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pendidikan Anak Bermula Dari Rumah

Perlu untuk disadari kalau pendidikan itu tidak harus dan tidak hanya yang berlangsung di ruang kelas atau dari lembaga pendidikan. Keluarga adalah madrasah, rumah...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Omong Kosong Fatar Yani Setelah Dilantik Sebagai Wakil Kepala SKKMigas

Hal yang cukup disesalkan adalah adanya pernyataan Deputi Operasi SKKMigas saat itu, Fatar Yani, yang mengatakan bahwa berhentinya operasi Lapangan Kepodang adalah karena force majeur. Hal ini dinilai menyesatkan dan diduga keras keberadaan dia di SKKMigas untuk melindungi kepentingan Petronas.

Analisis Jual Makanan Lewat Pasar Daring

Makanan khas Jogja apa yang cocok dijual lewat pasar daring (online marketplace)? Apa harus terkenal? Perlu syarat tertentu?
close