close

Follow SERUJI

69,151FansSuka
396PengikutMengikuti
7,038PengikutMengikuti
661PelangganBerlangganan

Melacak Harta Karun Pemburu Rente Gula Impor, Bisa?

Faisal Basri,  memposting di akun Twitternya dengan nada provokatif,  tentang selisih harga gula dunia yang rendah dengan harga gula dalam negeri yang tinggi.  Ia sebut, ada pemburu rente yang beraksi karena tak ada pergerakan perubahan selisih harga dari tahun 2017 sampai 2018. Apa betul semua ‘diam’ tanpa ada tindakan apapun?

Sebelum itu, perlu dicermati mengapa harga gula dalam negeri sedemikian tinggi. Hukum ekonomi dasar,  harga mengikuti permintaan dan persediaan.  Harga tinggi karena permintaan tinggi dan persediaan rendah.  Termasuk, gula di Indonesia.   Dalam Kajian Komprehensif Sistem Pergulaan Menuju Ketahanan dan Kemandirian Industri Gula Nasional, Kamis (26/4)  2018 yang lalu di Gedung Auditorium MM UGM,  diketahui produksi gula dalam negeri hanya 2,1 juta ton per tahun dengan kebutuhan total 6,8 juta ton per tahun.  Selisih inilah yang menyebabkan harga gula menjadi tinggi.

Kecurigaan Faisal Basri bahwa terjadi perburuan rente itu ketika data statistik di 2017/2018 menunjukkan Indonesia sebagai pengimpor gula terbesar di dunia dengan 4,45 juta ton. Di mana larinya uang hasil selisih harga itu? Masuk ke kas negara?   Andai selisih itu masuk kas negara, anggap saja begitu,  sama saja hanya memindahkan harta rakyat ke negara.  Plus, ada uang yang mengalir ke luar negeri untuk mengganti gula yang masuk.

Anggap saja masuk ke kas negara. Kalau yang terjadi seperti ini, negara bisa saja memanfaatkannya untuk membangun pabrik dan perkebunan tebu agar tahun berikutnya bisa produksi lebih banyak lagi hingga tidak terlalu bergantung impor.  Namun,  apa benar memang semua masuk ke negara? Adakah bukti pemasukan bagi negara? Atau ditelan “swasta”?  Swasta yang mana?

Pihak yang paling bertanggungjawab dalam impor pangan, yaitu Kementerian Perdagangan. Akuntabilitas impor pangan bisa dilacak dari sana.  Tentu, selisih harga gula itu sebagian dipakai untuk operasional, atau subsidi, dan lain-lain, baru sisanya masuk dalam kas negara.

Kalau yang masuk kas negara sedikit, perlu ditinjau ulang,  apakah kebijakan subsidi (bila ada) sekaligus efisiensi operasionalnya sudah tepat? Atau ada kebocoran di sana?

Kalau yang masuk kas negara cukup besar,  bagaimana nantinya digunakan agar mendukung produksi gula dalam negeri sehingga mengurangi defisit perdagangan?  Menjadi masalah pula ketika terjadi kebocoran di sana-sini sehingga biaya produksi gula dalam negeri tak juga bisa ditekan gara-gara inefisiensi.

Kembali lagi, isu yang dihembuskan Faisal Basri ini selayaknya menjadi early warning bagi yang berwenang. Bisa karena kebocoran yang dinikmati para pemburu rente, atau salah urus.  Jika memang ada pemburu rente, sebut saja mafia gula, perlu keberanian dari pucuk kekuasaan untuk menghentikannya.

Kalau pun salah urus, maka harus ada perombakan dalam sistem saat ini.  Ini juga pekerjaan rumah bagi presiden terpilih April 2019 mendatang.

Tapi,  sudahkah para capres dan cawapres mengajukan solusi?

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Erwin Arnada Bagi Tips Membuat Film Berkelas, Akber Bali 84 Diserbu Millenial

BADUNG, WARGASERUJI –  Komunitas Akademi Berbagi (Akber) Bali kembali mengadakan kelas berbagi ilmu gratis tanpa berbayar untuk masyarakat di Bali. Kelas Akademi Berbagi Bali...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Perkuat Pembelajaran Aktif di Kampus, Tanoto Foundation Latih Dosen UNJA dan UIN STS Jambi

JAMBI, WARGASERUJI – Setelah melatih lebih dari 1.145 pendidik SD/MI dan SMP/MTs, Tanoto Foundation kali ini melatih pembelajaran aktif MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi),...

Umat Butuh Sistem Yang Sehat

WARGASERUJI - Menjadi hal asing bagi umat muslim, pristiwa yang terjadi pada 3 Maret 1924M. Sebuah tragedi besar yang membalik penuh tatanan hidup umat Islam....

Komunitas Alumni NHI 02 Resmi Dikukuhkan oleh BPN

Melalui SK yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama Satgas BPN, Toto Utomo Budi Santoso kepada Ketua Umumnya Hidayat Hasan, Komunitas Alumni NHI 02 resmi menjadi bagian dari Satgas BPN Prabowo Sandi.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Pertanggungjawaban Jokowi-JK terhadap Janji-janji Kampanye 2014

Janji-janji pada saat kampanye Capres dan Cawapres pasti ada. Sejak Pilpres Langsung yang telah kita laksanakan sebanyak 3 kali, yang paling kita ingat adalah...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...