Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Kontroversi dan Numpang Tenar, Cara PSI Cari Suara

Setelah deklarasi mendukung Jokowi, PSI bergerak mempopulerkan diri melalui serangkaian kontroversi dan “numpang tenar”. Maksud mereka mungkin itu cara cari suara, sebagai partai baru yang butuh publikasi.

Mendudukkan diri sebagai lawan oposisi, PSI membuat kontroversi dengan melakukan serangan politis bahkan menjurus pribadi, seperti terhadap Fadlizon baru-baru lalu, yang dilakukan sekjen bahkan ketua partai. Walaupun ujungnya malah berbalik mencemarkan nama partainya sendiri.

Selain numpang tenar melalui Jokowi, PSI dengan bangganya membuat ‘kabinet bayangan masa depan’, rata-rata orang terkenal. Apa bukan ‘numpang tenar’ ini namanya?

Ternyata, tidak hanya dalam kepemimpinan nasional, di daerah seperti Jawa Timur, PSI yang belum punya kursi DPR ini berani mengambil sikap dukung-mendukung. Kali ini yang didukung adalah calon gubernur dan wakil gubernur tertentu.

Baca : PSI Jatim Dukung Khofifah-Emil

Tak punya bargain suara, sudah mendompleng kandidat partai lain. Ini cara cerdas atau licik? Ataukah SOP-nya memang menjilat?

Bagaimana jika mereka ini benar-benar menjadi wakil rakyat? Akankah bekerja dengan baik? Atau hanya membuat gaduh untuk cari perhatian layaknya selebriti?

Gaya heboh di media yang dilakukan mengingatkan sebuah peri bahasa: tong kosong nyaring bunyinya. Peri bahasa yang familier di telinga banyak orang, mengisi alam bawah sadar jika terlalu banyak cakap itu membuat tak dipercaya. Benar, menurut suatu survei, PSI menempati urutan terbuncit soal elektabilitasnya di antara partai-partai baru.

Namun, rendahnya elektabilitas PSI mungkin karena tidak benar-benar menunjukkan platform yang diperjuangkan, malah terlihat seperti penjilat kekuasaan. Publik barangkali mengingat akan perihnya dikhianati oleh janji-janji manis, sehingga tak mau lagi berjumpa dengan orang-orang yang sejenisnya.

Orang-orang yang murni begerilya di dunia pergerakan tentu tertawa kecut melihat fenomena PSI ini. Dalam dunia pergerakan, mereka memperjuangkan idealisme, entah berada di dalam atau di luar kekuasaan. Benar-benar bergerak, bersuara ataupun dalam senyap. Kecut, karena sebenarnya berharap muncul anak muda militan dan idealis, sangat bertolak belakang dengan sikap oportunis yang diperlihatkan PSI.

Namun, sunnatullah, tipe-tipe seperti PSI ini tidak punya masa depan, tak membuat orang tertarik. Bagusnya, hal ini jadi pelajaran bagi semua, yakni keinginan berkuasa akan selalu melahirkan tindakan yang menjauhkannya dari kekuasaan.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...