Ketika Jokowi Terima Menteri dari Parpol, Kedaulatan Rakyat Sedang Menjauh

Ketika Jokowi Terima Menteri dari Parpol, Kedaulatan Rakyat Sedang Menjauh

WARGASERUJI – Pilpres sudah lewat. Waktunya Presiden Jokowi susun kabinet. Apakah seperti periode sebelumnya, banyak menteri dari parpol koalisi? Kalau ya, sepertinya kedaulatan rakyat sedang menjauh.

Pemilihan presiden secara langsung dimaksudkan agar presiden punya kekuatan posisi dari rakyat sehingga tidak bisa disetir oleh segolongan elit politik. Presiden bisa memilih para menterinya berdasarkan profesionalisme.

Tapi apa dikata, sistem pemilu memang mengikat presiden terpilih ke parpol pendukungnya.

Walau sebenarnya Indonesia tidak menganut sistem koalisi atau oposisi, nyatanya secara gamblang terlihat. Parpol-parpol seperti meminta jatah menteri.

Presiden Jokowi sendiri memilih mengikuti kehendak parpol. Buktinya, ia sampaikan bahwa sudah meminta kepada pihak parpol, walau belum ada masukan. Seperti yang disampaikan kepada media di Seribu Rasa, Jumat (26/7).

Presiden yang dipilih rakyat langsung, apalagi tidak ada beban harus maju lagi di 2024, mengapa harus peduli parpol pengusungnya? Bukankah berarti kedaulatan rakyat menjauh dari kenyataan?

Demokrasi Latah?

Memang baru dua presiden yang berhasil dipilih secara langsung dari empat kali pilpres. Apa mungkin inilah yang membuat latah sehingga tujuan adanya pilpres itu tak tercapai? Tujuan agar kedudukan presiden menjadi kuat karena dipilih langsung oleh rakyat.

Sepertinya, elit politik memang menghendaki jangan sampai presiden menjadi kuat. Sebelum pilpres 2019 pun kelihatan gelagatnya saat DPR RI menetapkan batas ambang pencalonan presiden. Sepertinya, mereka (elit politik) tidak rela ada calon presiden yang tidak bergantung pada mereka.

Kalau demikian caranya, memang Indonesia ini hanya akan menjadi “mainan” para elit politik. Kalaupun ada perpindahan kekuasaan, hanya di antara mereka-mereka juga.

Sebenarnya, memang begitulah yang terjadi sejak dahulu. Pemegang kekuasaan tentu tak mau kehilangan kekuasaannya. Bedanya, dulu dengan kekuasaan dinasti atau kerajaan. Sekarang, elit-elit parpol.

Bagaimana menurut Anda?

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...
close