Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Cara Mudah Menciptakan Teroris, dan Menanggulanginya

Tidak sulit, cukup provokasi. Ciptakan “ketidakadilan”, secara nyata atau semu. Itu cara mudah menciptakan teroris. Hanya saja, munculnya teroris ini disengaja atau terjadi alami, bergantung yang punya kekuatan atau kekuasaan.

Semua pasti tahu Pangeran Diponegoro. Tapi, tak satupun setuju bahwa beliau teroris, kecuali keluarga prajurit kolonial Belanda yang dibunuh oleh pasukannya, atau pihak pemerintah kolonial.

Tindakan Pangeran Diponegoro berwujud perlawanan, bergerilya, menyerang tiba-tiba hingga membunuh, persis perilaku teroris. “Teroris” yang tercipta secara alami karena ketidakadilan dari penguasa saat itu. Bagi bangsa Indonesia, beliau pahlawan.

Kemajuan ilmu pengetahuan, salah satunya psikologi, memungkinkan tindakan-tindakan tertentu yang mampu mempengaruhi atau mengendalikan perilaku orang lain. Bahkan bisa dilakukan secara masal melalui media. Menciptakan “ketidakadilan” semu, bukan sesuatu yang sulit.

Calon target yang akan dijadikan teroris tentu bukan orang sembarangan. Orang yang tak punya pendirian teguh, apalagi suka menjilat sana sini, tak akan pernah bisa jadi teroris. Kalau dalam sejarah perjuangan bangsa, dikenal sebagai pengkhianat.

Calon harus punya harga diri yang tinggi, punya bakat melawan, dan punya prinsip yang dipegang kuat-kuat. Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, dan pahlawan lainnya termasuk dalam kategori ini. Tak peduli atas nyawa, asal mempertahankan prinsip dan harga diri atau bangsanya.

Pangeran Diponegoro memutuskan memberontak, tatkala pemerintah kolonial memprovokasi dengan membuat patok di atas tanah leluhur, disamping karena ketidakadilan yang marak terjadi. Menciptakan teroris cukup dengan memicu kemarahan, merendahkan kehormatan, atau membuat kebencian. Hanya yang punya kekuatan dan kekuasaan yang bisa melakukan hal ini.

Seseorang bisa menjadi teroris apabila mendendam. Oleh karenanya, cukup seret seseorang tak bersalah di depan anak istri, pulang tinggal mayat. Kalau si anak punya karakter kuat, pastilah muncul bibit dendam, jadilah ia calon teroris potensial.

Bisa juga, cukup dengan provokasi terhadap pemikirannya. Kalau seseorang itu kuat dalam memegang prinsip, kemudian terprovokasi, maka punya potensi menjadi teroris. Anggota HTI yang teguh terhadap pendiriannya, bisa dicipta menjadi teroris. Syukurlah, masih ada yang membela secara hukum negara, dan tidak ditindak secara represif.

Coba, bayangkan bila ribuan anggota HTI menjadi teroris, tentu pecah perang saudara. Lebih baik, salurkan menjadi “perang” gagasan saja. Maka, tepat sekali Undang Undang Dasar Republik Indonesia mencantumkan perlindungan terhadap kebebasan menyatakan pendapat.

Pemahaman yang keliru tidak akan segera menyulut terorisme, itu pasti. Ketika pemahaman yang keliru bisa mendapat tempat untuk didiskusikan, dihormati gagasannya walau tidak diterima, tentu tak akan memunculkan tindakan kekerasan. Bahkan, dalam “perang gagasan”, simpul untuk saling memahami akan muncul. Sekali lagi, terorisme muncul karena ketidakadilan.

Karena Indonesia negara hukum, maka keadilan ditegakkan berdasarkan hukum yang berlaku. Siapa yang menegakkan? Penguasa, atau di negara ini dipegang oleh pemerintah, wakil rakyat, dan penegak hukum. Jika negeri ini adil makmur dalam semua bidang, seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain; maka tak mungkin terorisme akan muncul.

Jika kemudian nyatanya muncul terorisme, berarti terjadi “ketidakadilan yang nyata”, atau “ketidakadilan semu”. Tak usah fokus pada terorisme, rakyat banyak pun bisa “meneror” negara kalau hak-haknya dicabut, atau ditindas.

“Ketidakadilan semu” bisa tercipta secara sengaja, atau secara tidak sengaja karena kebodohan. Kalau secara sengaja, tentu ada yang punya kepentingan, biasanya politik dan kekuasaan. Negara maju, yang tidak ingin kehilangan kemakmurannya, tentu punya kepentingan terhadap penguasaan sumber daya alam. Agar national interest mereka terealisasi, segala cara akan dilakukan termasuk menciptakan teroris-teroris di negara yang akan dikuasainya. Banyak buktinya.

Konspirasi? Benar. Pangeran Diponegoro adalah contoh korban konspirasi zaman dahulu. Jika Indonesia tidak merdeka, barangkali tersemat dalam dirinya sebagai teroris, bukan pahlawan. Bisa jadi, teroris muncul di Indonesia saat ini, karena konspirasi. Siapa tahu, namanya juga konspirasi yang rahasia.

CCara menanggulangi terorisme yang bisa jadi karena konspirasi juga cukup mudah. Cukup tegakkan keadilan, dan amanah itu ditangan pemegang kekuasaan.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...