close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Cacing dan Protein

Cacing. Tidak ada yang tidak kenal cacing.  Semua orang mengenalnya mulai dari anak-anak sampai kakek nenek.   Namun ternyata cacing juga punya banyak jenis.  Ada cacing yang bermanfaat di dunia pertanian untuk penggemburan tanah, namun ada juga yang malah sangat ditakuti karena penyakit yang ditimbulkannya.

Cacing tanah bahkan dibuat sebagai mainan untuk menghilangkan kejenuhan.  Dengan menggunakan sebatang lidi, cacing dicongkel, diangkat dan tidak jarang dijadikan sebagai bahan candaan untuk menggoda mereka yang jijik dan takut cacing.

Cacing tanah juga sering dijadikan sebagai umpan untuk memancing ikan di sungai.  Cacing merupakan umpan yang murah, meriah dan mudah mendapatkannya.  Bagi yang akan memancing,  cukup hanya  menggali tanah di pinggir sungai,  cacing bisa diperoleh.  Jika tidak jijik, bisa ratusan cacing dikumpulkan dan dapat dibagi dengan teman.

Namun bagi para ibu, cacing juga jadi makhluk yang mengerikan.  Karena ternyata ada cacing yang menjadi parasit pada tubuh manusia.  Setiap kali datang ke puskesmas, ibu selalu dapat peringatan. Hampir disetiap sudut terpampang “Awas. Cacing akan menggerogoti kesehatan anak anda. Periksakan segera dan berikan obat anti cacing secara teratur”.   Jika cacing dibiarkan bersarang dalam tubuh, sedikit demi sedikit darah akan dihisapnya dan makanan yang dimakan akan diambilnya.  Akibatnya, penderita cacingan akan mengalami kekurangan gizi dan kurang darah.  Akibatnya nanti akan tinggal hanya kulit pembalut tulang dengan perut buncit dan mata cekung.

Namun beberapa waktu yang lalu saat di ruang rapat Komisi XI DPR RI, mengomentari ditemukannya cacing pada makanan ikan kaleng, mentri kesehatan menyatakan bahwa cacing adalah sumber protein.  Cacing tidak akan menimbulkan bahaya jika diolah dengan benar.  Setelah di masak cacingnya akan mati dan makanannya jadi steril ujar menkes berkilah.

BPOM menyatakan bahwa cacing yang ditemukan dalam makanan kaleng tersebut adalah jenis Cacing parasit anisakis sp.  Cacing ini akan menimbulkan masalah jika tidak dimasak dengan benar.

Tubuh cacing yang mengandung protein, bisa saja mengandung zat tertentu yang bersifat sebagai alergen dan dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang tertentu. Walaupun dimasak dan cacingnya mati, namun reaksinya alergi berupa gatal-gatal atau bahkan bisa reaksi alergi yang berat bisa saja terjadi.

Walaupun disebutkan bahwa cacing tersebut sudah dalam keadaan mati, namun bahaya yang diakibatkan patut tetap diperhitungkan.  Standar makanan kaleng, tidak ada cacingnya, artinya kalau ada cacing berarti tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, kata Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM, Tetty Helfery Sihombing.

Meskipun cacing mengandung protein, namun estetikanya mengkomsumsi cacing sebagai sumber protein sangat tidak mungkin. Jangankan memakannya, melihatnya saja di tengah makanan, sudah menjijikkan dan menghilangkan selera makan. (Elfizon Amir)

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Elfizon Amirhttps://elfizonamir.blogspot.co.id/
Direktur Eksekutif DHIBS Pasaman Barat Dokter di RS Islam Ibnu Sina Simpang Empat Yarsi Sumbar Penulis Pemerhati sosial politik

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...