close
Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Rocky Gerung, Cambuk Fiksi Penggugah Iman Muslim

Pemaparan Ahli Filsafat Rocky Gerung dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di sebuah stasiun TV swasta telah menimbulkan pro dan kontra. Pernyataan tersebut yang berisi bahwa kitab suci adalah fiksi tanpa menyebutkan jenis kitab sucinya. Bagi yang kontra beranggapan bahwa pernyataan tersebut telah menodai kesucian kitab suci yang merupakan pedoman hidup bagi umat beragama. Bagi yang pro beranggapan bahwa penyampaian Rocky Gerung dalam ilmu filsafat adalah hal yang biasa.

Pihak yang kontra akhirnya melaporkan pernyataan tersebut sebagai kasus “penistaan” terhadap kitab suci. Bahkan yang lebih konyol bagi yang kontra melakukan logika yang aneh, jika pernyataan kitab suci adalah fiksi, maka kasus penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Basuki Cahaya Purnama (Ahok) agar ditinjau ulang jika tuntutan mereka terhadap Rocky Gerung tidak dipenuhi oleh penegak hukum. Betapa konyol logika tersebut, karena kitab suci agama seakan digunakan sebagai barter kasus untuk membebaskan kasus lain yang mirip dengan kasus tersebut.

Rocky Gerung telah menjadi “cambuk fiksi” terhadap umat Islam agar tersadar dan kembali kepada kitab sucinya Al Qur’an. Umat Islam yang memahami Al Qur’an beserta makna-makna dan pengertiannya tentunya akan tersenyum dengan pernyataan kitab suci adalah fiksi. Al Qur’an yang juga memiliki nama lain seperti Al Huda (petunjuk), Al Hukm (hukum), Al Furqon (pembeda hak dan batil) dan nama-nama lainnya tidak pernah mencantumkan sebagai karya fiksi.

Loading...

Umat Islam harus semakin mencintai kitab sucinya, Al Qur’an bukan hanya sebagai pajangan di ruang tamu atau bahkan hanya menjadi oleh-oleh ketika pulang dari tanah suci. Bentuk kecintaanya tentunya dengan makin sering membaca Al Qur’an dan mengkaji ilmu yang terkandung didalamnya. Seorang muslim mempelajari Al Qur’an sebagai kitab suci tentunya untuk lebih menambah kepahaman dirinya dalam menunaikan kewajibannya sebagai umat Islam.

Dalam rukun iman bahkan iman kepada kitab-kitab Allah merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Ketika seorang muslim tidak iman terhadap kitab Al Qur’an maka lepaslah sudah iman orang tersebut.
Umat Islam berkewajiban untuk membuktikan bahwa Al Qur’an merupakan kitab sucinya dan bukan sebuah fiksi. Tentunya dengan lebih giat mempelajarinya dan menerapkan hukum-hukum dan aturan yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan-pernyataan tokoh-tokoh masyarakat yang terkadang terkesan mendiskreditkan Islam, tentunya harus dibalas dengan respon positif berupa perbuatan umat Islam yang baik dengan menerapkan sendi-sendi kehidupan berdasarkan ajaran Islam. Ketika kita melakukan pembalasan dengan melakukan pernyataan yang sama dengan mereka, sebenarnya perbuatan kita sama dengan perbuatan mereka. Tunjukkanlah bahwa ajaran Islam sangatlah mulia dan merupakan rahmat bagi semesta alam.

Langganan berita lewat Telegram
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Misbah Hadi Wiyonohttp://www.kcu-wooddoor.com
Berprofesi sebagai marketing produk kayu baik lokal/proyek dan export ke Asia, Amerika dan Afrika. Membina Ponpes Darrul Arash - Lebak - Banten Gusdurian dan tidak berafiliasi ke parpol manapun Belajar untuk lebih bermanfaat untuk agama dan bangsa ini sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER