Oleh: Syaifulloh

Bak disambar petir di siang bolong melihat puisi yang dibacakan oleh Sukmawati via video yang beredar luas di dunia maya. Peredaran video via group-group kelompok-kelompok tertentu telah menggelinding begitu kencang sehingga bisa dilihat oleh siapapun dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat luas.

Perbincangan mengenai puisi yang melecehkan Syariat Islam dan adzan ini semakin hangat dan menjurus panas dan terus menggelinding bak bola salju turun dari gunung. Berbagai komponen masyarakat sudah melaporkan kasus baca puisi ke kepolisian.

Hari ini sudah ada yang melaporkan Sukmawati secara resmi ke Polda Metro Jaya. Sesuai perkembangan waktu tentunya masih ada elemen masyarakat yang akan melaporkannya di berbagai tempat di wilayah kepolisian masing-masing.

Kasus puisi ini akan membawa dampak psikologi yang luar biasa besar dengan banyaknya masyarakat biasa maupun tokoh-tokoh nasional terus memberikan tanggapan puisi Sukmawati. Tanggapan berbagai macam dari berbagai tokoh nasional menunjukkan bahwa puisi yang dibacakan bisa menjadi ancaman serius bagi ketentraman masyarakat secara nasional, sekaligus bisa meretakkan kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Gelindingan puisi ini juga pasti menjalar ke Jawa Timur, propinsi yang memiliki dengan jumlah pesantren cukup besar di Jawa Timur. Pesantren tersebar di berbagai Kabupaten dengan jumlah signifikan menjadi kekuatan syiar Islam. Syiar melalui cara berpakaian ala muslimah di pondok-pondok pesantren.

Kegiatan keagamaan terutama shalat 5 waktu dimulai dengan adzan. Suara adzan inilah yang dijadikan salah satu isi puisi Sukmawati dan dibacakan dihadapan publik. Suara adzan sebagai panggilan luhur umat Islam dimanapun berada untuk mengerjakan shalat 5 waktu dijadikan bahan lecehan olehnya.

Jawa Timur saat ini sedang melakukan masa kampanye pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur untuk kedua calon. Salah satu calon wakil gubernur adalah keponakan dari Sukmawati yaitu Puti Guntur Sukarno. Sebagai keluarga dekat dari Sukmawati, Puti akan merasakan sambaran awu anget dari puisi yang membuat umat Islam marah akibat bacaan puisi dihadapan publik.

Sambaran awu anget puisi dari Sukmawati ini apabila terus menggelinding pada Pilgub Jatim 2018 tentunya akan menjadi bola panas bagi Puti. Masyarakat akan menghubung-hubungkan kekerabatan ini pada sosok yang merendahkan Islam.

Sebagai calon wakil gubernur dari PDIP, masyarakat Jatim terutama umat Islam sudah tentu memiliki catatan-catatan khusus bagi partai ini. Walaupun Sukmawati bukan dari PDIP tetapi apa yang dibacakan di puisi itu sangat jelas menyerang syariat Islam dan adzan secara terbuka.

Pola menghubung-hubungkan kekerabatan ini pada Pilgub atau Pilbup menjadi hal yang wajar karena publik menginginkan untuk mendapatkan calon pemimpin terbaik di Jawa Timur.

Kejadian puisi ini juga semakin terbuka kepada umat Islam siapa saja yang memusuhi dan alergi terhadap Islam. Masyarakat bisa melihat dengan mata kepala sendiri via video yang bisa diakses dengan mudah oleh siapapun. Kejadian baca puisi Sukmawati bisa menjadi kasus khusus pada Pilgub Jatim 2018.

Tinggal menunggu apa yang terjadi sampai bulan Juni 2018 yang akan datang. Kalau gelindingan puisi ini semakin membesar, tentunya akan menggerus suara pemilih yang marah akibat hubungan kekerabatan pada calon wakil gubernur dengan pembaca puisi. Jika gelindingan ini semakin diperbincangkan masyarakat dengan bumbu-bumbu penyedapnya, maka akan menjadi proses pemilihan menarik di Pilgub Jatim 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

loading...
BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Belajar dari Iwan Fals: Kedewasaan tak Selalu Linier dengan Usia

"Tadinya mau puasa ngetwit sampai lebaran, tapi begitu baca berita ini batal dah puasanya... https://t.co/HD9UiTnX9P " twit Iwan Fals melalui akun twitternya pada 10...

Faedah Mendekati Ulama

Sebagaimana diriwayatkan, bahwa Imam Al-auza`i adalah seorang alim, ahli fiqih yang bijak, dan murid-murid beliau sangat banyak, karena beliau terkenal sangat akrab dengan para...

SP3 HRS, Penyidikan Dihentikan?

Kasus yang menimpa Habib Rizieq Shihab (HRS) tergolong unik. Dari sejak percakapan berbau porno yang dituduhkan kepadanya, entah siapa pembuatnya, hingga proses pemberitaan masif...