Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

#PorosNonBlok sebagai “Climax Exit”

Jika ada yang tersenyum atau tertawa membaca judul diatas, itu sangat wajar sekali. Saya pun sebenarnya geli hati dan senyum-senyum kecil ketika membuat judul tersebut. Tulisan ini sifatnya Serius tapi tidak perlu terlalu Baper juga dalam menanggapinya. Biasa saja.

Ketika membaca #PorosNonBlok pikiran kita langsung terbayang dengan hal-hal yang berbau pilitik. Anda tidak salah, ini memang urusan politik. Lalu “Climax Exit”, kata ini bisa berkonotasi macam-macam. Tapi saya mengartikannya sebagai jalan keluar dari suatu permasalahan yang sudah memuncak bahkan memuakkan, barangkali.

#PorosNonBlok dimaksudkan sebagai satu kekuatan ketiga yang jadi penengah dari 2 (dua) kekuatan politik yang ada saat ini. Kita sebut sajalah kekuatan politik Pro Jokowi dan Pro Prabowo. Sudah tidak rahasia lagi dimana 2 kekuatan ini selalu beradu argumen atau bertengkar dimana-mana, baik di media sosial, di televisi, dan dalam kehidupan sehari-hari bersama teman bahkan keluarga sendiri, juga terjadi.

Loading...

Perdebatan demi perdebatan sudah biasa kita dengar, lihat dan baca dari kedua kubu kekuatan ini. Tak ada habis-habisnya.Bagi sebagian masyarakat, perdebatan dan pertengkaran dari kedua kekuatan ini sudah menjenuhkan, memuakkan, dan tidak menghasilkan jalan keluar.

Oleh sebab itulah #PorosNonBlok sebagai kekuatan ketiga harusnya dapat hadir sebagai “Climax Exit” yaitu sebagai jalan keluar dari kejenuhan yang terjadi selama beberapa tahun ini. Kekuatan politik yang ada harusnya dapat membaca situasi ini dan memandangnya sebagai kesempatan emas.

#PorosNonBlok masih memungkinkan untuk dilakukan, contoh saja Demokrat bersama PKB dan PAN atau PPP bisa berkoalisi menjadi kekuatan alternatif sebagai kekuatan Islam selain koalisi Prabowo yaitu Gerindra dan PKS.

#PorosNonBlok bisa jadi sebagai Pemenang dalam Pilpres 2019, dengan catatan, Koalisi Prabowo mau merapat ke #PorosNonBlok dan bersatu dalam penentuan putaran kedua Pilpres 2019 nanti. Kesempatan menjadi pemenang terbuka lebar jika kita mengambil pengalaman dari Pilkada DKI yang lalu dimana 3 kekuatan politik saling bersaing.

Selamat berjuang!

Merdeka!

Langganan berita lewat Telegram
Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Rory Anashttp://facebook.com/myunas78
Berprofesi sebagai Konsultan Hukum/Penasehat Hukum, Mahasiswa Magister Hukum, aktif sebagai Sekretaris Organisasi PERSIS di Kabupaten Bengkalis, juga sebagai Petani yang kadang-kadang Menulis semampunya.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

Semen Gresik Kosong Meski Harganya 70 Ribu

Riba

Musnah Karena Riba

TERPOPULER

Riba

Musnah Karena Riba

Semen Gresik Kosong Meski Harganya 70 Ribu

pemimpin

Memilih Pemimpin

close