Globalisasi dunia pada masa sekarang ini sudah terjadi di seluruh penjuru dunia.  Baik dalam bidang ekonomi,  budaya maupun perdagangan.  Arus budaya dan barang masuk dari negara lain sudah tidak terbendung lagi,  tentunya sebagai negara berkembang tidak mungkin hanya menjadi penonton. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Dalam masalah perdagangan tiada salahnya jika sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim melirik ke pasar timur tengah yang merupakan negara yang juga sebagian penduduknya beragama Islam.  Perdagangan ini secara nilai bisnis akan memberikan peningkatan ekonomi bangsa Indonesia dan tentunya juga akan memperkuat ekonomi Islam pada umumnya.

Sikap ini bukanlah sebagai sebuah sikap “intoleransi” dalam oerdagangan.  Hal ini dikarenakan perdagangan bebas ini memiliki kecenderungan kebebasan untuk memilih pasar penjualan. Dengan makin menguatnya hubungan perdagangan antar negara yang memiliki penduduk mayoritas beragama Islam secara otomatis akan memperkuat ukhuwah Islamiyah sesama kaum muslim.

Dampak positif secara budaya akan sangat dirasakan baik oleh penjual/eksportir maupun oembeli/importir dalam perdagangan ini.  Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kunjungan antar penduduk kedua negara tersebut.  Dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, kunjungan ke negara timur tengah tersebut dapat diikuti dengan perjalanan ibadah seperti ibadah umroh maupun ziarah ke makam para ulama-ulama yang telah memperjuangkan agama Islam ini.

Dalam berdagang dengan sesama muslim dengan negara lain tentunya akan jauh lebih mudah dalam menerapkan hukum-hukum Islam dalam perdagangan. Karena kedua pihak memiliki pedoman yang sama dalam perdagangan, yaitu hukum Islam.

Bukan tidak mungkin akan menimbulkan istilah-istilah yang baik di masa datang. Perdagangan bersyariah,  ekspor bersyariah yang tentunya akan mempermudah dalam perjuangan menerapkan syariat Islam dalam kehidupan ini.

Hal ini tentunya akan makin kuat dengan dukungan-dukungan badan keuangan bersyariah yang akan menjauhkan umat dari riba yang akan menjadi “lintah” yang mengurangi amalan baik seorang muslim. Badan keuangan bersyariah akan semakin kuat sehingga mampu bersaing dengan bank-bank konvensional.

Umat Islam harus segera bangkit untuk memperkuat ekonominya,  karena ekonomi merupakan penopang kemudahan dalam beribadah.

Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah Nya kepada semua umat Islam pelaku perdagangan baik lokal maupun internasional.

    Berprofesi sebagai marketing produk kayu baik lokal/proyek dan export ke Asia, Amerika dan Afrika. Membina Ponpes Darrul Arash - Lebak - Banten Gusdurian dan tidak berafiliasi ke parpol manapun Belajar untuk lebih bermanfaat untuk agama dan bangsa ini sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan isi komentar anda
    Masukan Nama Anda