Perkembangan industri di Indonesia begitu pesat, hal ini terbukti dengan pembangunan kawasan-kawasan industri di berbagai tempat. Bahkan pembangunan tersebut sudah menyebar secara merata di seluruh propinsi di Indonesia. Pembangunan tersebut merupakan dampak dari tersedianya infrastruktur yang memadai untuk pengiriman bahan baku maupun barang jadi.
Pembangunan beberapa perusahaan terkadang mengabaikan tersedianya sarana ibadah terutama masjid sebagai sarana ibadah bagi umat muslim. Bahkan sebagian karyawan yang beragama Islam harus memanfaatkan ruangan-ruangan tertentu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai muslim yaitu salat 5 waktu. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kinerja karyawan terhadap perusahaan maupun berakibat pada kerapihan dan ketertiban perusahaan.
Penyediaan sarana ibadah berupa masjid dalam perusahaan akan memberikan dampak yang sangat positif bagi perusahaan baik secara material maupun secara spiritual.
Dampak secara material adalah dengan efektifnya penggunaan jam kerja untuk melakukan aktifitas pekerjaan. Jika seorang karyawan harus menyiapkan waktu untuk menata tempat salat, bersuci, melaksanakan salat dan membereskan tempat salat maka karyawan tersebut membutuhkan waktu 15 – 25 menit. Dapat dibayangkan jika perusahaan tersebut memiliki karyawan sebanyak 1.000 orang, maka akan terbuang waktu sebanyak kurang lebih 20.000 menit atau 33.3 jam. Ketika perusahaan tersebut memiliki sarana ibadah, maka karyawan akan secara teratur dan disiplin melaksanakan ibadah dengan waktu yang jauh lebih efektif. Hal ini tentunya akan mendukung optimalisasi kinerja dalam perusahaan tersebut.
Adapun dampak secara spiritual adalah kenyamanan kerja pada karyawan dan tentunya doa-doa karyawan yang melaksanakan ibadah di masjid tersebut. Dalam sebuah perusahaan yang memiliki masjid, sebagian besar karyawan akan memanfaatkan sarana ibadah tersebut untuk kegiatan-kegiatan agama yang positif. Bahkan kajian-kajian agama selain untuk meningkatkan pengetahuan juga membangun akhlak bagi peserta kajian agama tersebut. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan bimbingan mental untuk meningkatkan kinerja melalui seminar-seminar, akan tetapi secara otomatis karyawan perusahaan akan terdidik akhlaknya dengan adanya kajian agama tersebut.
Seorang muslim yang taat dan baik akhlaknya akan menggunakan pemahaman agamanya yang baik untuk bekerja. Karena dalam Islam mengajarkan bahwa kerja adalah ibadah. Dengan tersedianya sarana ibadah tersebut tentunya karyawan akan mendoakan perusahaan agar menjadi perusahaan yang maju dan berkembang dikarenakan memiliki pemahaman bahwa bekerja di perusahaan tersebut sebagai salah satu bentuk ibadah.
Pemerintah tentunya harus berperan aktif melalui Dinas Tenaga Kerja bekerja sama dengan Departemen Agama untuk memberikan sosialisasi kepada pemilik perusahaan untuk membangun sarana ibadah bagi pekerjanya. Tentunya dengan membuat himbauan dan juga penjelasan akan dampak positif dari penyediaan sara ibadah terhadap kemajuan perusahaan itu sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

loading...
BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Tidak Lama Lagi, Pangkut Bakal Jadi Kota

Kotawaringin Barat - Jalan sepanjang 8 kilo meter dengan lebar 20 meter pembangunannya digeber guna mempersiapkan pemekaran desa. Pelebaran dan pembuatan jalan poros baru...

Terkait Demo Astra, Darsani Angkat Bicara

Kotawaringin Barat - Darsani Bin Alfius Mahi, tokoh masyarakat Dayak Pangkut Arut Utara Kotawaringin Barat (Kobar) akhirnya angkat bicara menanggapi aksi demo yang dilakukan...
Irwan Prayitno

Irwan Prayitno : Kita Harus Ukur Bayang Bayang

Irwan Prayitno tidak berharap dirinya untuk jadi calon wakil presiden mendampingi calon presiden manapun meskipun partainya PKS mengunggulkan dia bersama 8 kader lain. . "Kita...