close
Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Bahaya!!… Direktur Pencegahan BNPT Salah Menyimpulkan Penyebab Terorisme

Direktur Pencegahan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Brigjen Pol Hamli dalam diskusi Pemberitaan dan Penyiaran Tentang Terorisme di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (30/05/2018) menyebutkan bahwa salah satu penyebab terorisme adalah solidaritas komunal karena melihat saudaranya didhalimi seperti Palestina, Rohyngya, Maluku Ambon.

Menurut saya pernyataan tersebut mencerminkan Hamli salah dalam menyimpulkan penyebab terorisme, dan hal ini sangat berbahaya bila tidak diluruskan,  karena kedudukan Hamli sebagai Direktur Pencegahan BNPT. Beda misal beliau hanya masyarakat yang tidak punya posisi strategis, maka pernyataan tersebut tidak banyak menimbulkan pengaruh.

Saya ingin menganalogikan pencegahan terorisme dengan pencegahan penyakit. Saya adalah seorang dokter, jadi saya cukup faham bagaimana mengatasi penyakit.  Dalam ilmu kesehatan,  pencegahan terhadap munculnya penyakit pada individu maupun komunitas harus didasarkan pada penelitian yang valid. Penyebab penyakitnya harus dipastikan sehingga langkah-langkah pencegahan juga harus tepat.

Loading...

Saya ambil contoh penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue, virus tersebut bisa hidup di air ludah nyamuk Aedes Aegypti . Bila nyamuk tersebut di ludahnya sedang mengandung virus Dengue menggigit manusia berakibat manusia terinfeksi  yang beberapa hari kemudian dapat menimbulkan penyakit demam berdarah.

Langkah pencegahannya berdasarkan faktor penyebabnya, yaitu dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), kenapa bukan pemberantasan nyamuk dewasa misal dengan fogging? karena di dalam sarang nyamuk selain ada nyamuk dewasa juga ada telor maupun jentik nyamuk.

Andai para ilmuwan salah dalam menyimpulkan penyebab demam berdarah maka langkah pencegahannyapun juga akan salah, misalnya disimpulkan virus Dengue hidupnya di tubuh ayam padahal sesungguhnya bisa hidup di air ludah Aedes Aegypti.  Langkah pencegahannya juga akan salah dan ini bahaya. Bukannya memberantas sarang nyamuk tapi justru melakukan  pemberantasan ayam. Padahal ayam tidak ada kaitannya dengan virus Dengue. Akibatnya penyakit demam berdarah akan terus merebak. Selain itu peternak ayam juga akan dirugikan, masyarakat umum juga dirugikan karena sumber protein hewani hilang dari pasaran.

Demikian juga BNPT, bila salah dalam menyimpulkan penyebab terorisme maka langkah pencegahannya juga pasti akan salah. Bagaimana mungkin solidaritas komunal karena melihat saudaranya didhalimi seperti Palestina, Rohyngya merupakan salah satu penyebab terorisme. Kasus Palestina dan Rohyngya adalah contoh kasus korban terorisme yang belum bisa diselesaikan sampai sekarang. Darimana logikanya solidaritas pada korban terorisme adalah penyebab terorisme?

Untuk bisa mempunyai rasa solidaritas pada korban terorisme di Palestina tidak perlu beragama islam dulu, cukup menjadi manusia yang mempunyai hati nurani maka rasa simpati dan solidaritas akan muncul. Setiap manusia yang bermartabat pasti akan menolak perbuatan pengusiran penduduk dari tempat tinggalnya, sudah diusir masih dilakukan kekerasan bahkan pembunuhan. Bukankah hal tersebut adalah tindakan biadab? Apakah rasa simpati pada korban terorisme tersebut layak disimpulkan sebagai penyebab terorisme?

Kasus Palestina adalah contoh penjajahan di era modern, dan pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”

Jadi kami yang menentang Israel atas penjajahan di Palestina adalah warga negara yang sesungguhnya sedang menjalankan amanah konstitusi yang sudah disusun dengan sangat matang oleh para pendiri bangsa ini.

Saya adalah orang yang sangat simpati dengan korban terorisme di Palestina maupun Rohyngya. Beberapa kali saya pernah ikut aksi di jalan meneriakkan suara agar dunia peduli pada kasus terorisme yang terjadi di Palestina, begitu juga terhadap kasus terorisme di Rohyngya, kami di GMKM pernah  melakukan penggalangan dana melalui SERUJI sebagai bentuk solidaritas kami pada mereka yang menjadi korban terorisme, dan saya mendapatkan amanah untuk mengkoordinir.

Adalah salah besar bila Direktur Pencegahan BNPT menganggap rasa solidaritas kami pada saudara-saudara kami di Palestina maupun Rohyngya merupakan penyebab terorisme. Kami adalah orang-orang yang sangat menentang terorisme baik yang terjadi di luar negeri apalagi yang terjadi di Indonesia, baik yang menjadi korban adalah muslim maupun non muslim. Kami mengutuk keras perbuatan biadab para teroris tersebut. Harusnya BNPT menjadikan kami sebagai “obat” bukan malah dianggap “Virus”, jadikan kami sebagai mitra dalam pencegahan terorisme, bukan malah mencurigai kami

Pertanyaan yang kemudian muncul,  langkah apa yang akan diprogramkan BNPT atas kesimpulan yang salah tersebut? Saya khawatir nanti BNPT akan melakukan tindakan pencegahan yang tidak perlu sehingga terjadi pemborosan anggaran negara. Dan jangan sampai pula menstigma kami yang selalu menunjukkan solidaritas pada korban terorisme di Palestina maupun tempat lainnya sebagai pendukung terorisme.

Misalpun para pelaku ada yang menisbatkan perbuatan mereka dengan mengatasnamakan ajaran islam dan sebagai bentuk perlawanan pada kezaliman yang terjadi di Palestina, harusnya direktur pencegahan BNPT faham bahwa mereka hanya sekedar klaim. Seorang direktur pencegahan BNPT harusnya mengerti bahwa islam tidak mengajarkan tindakan-tindakan biadab, apalagi membunuh anak-anak dan wanita yang dalam perangpun islam melarangnya, terlebih dalam suasana damai.

Direktur Pencegahan BNPT wajib faham penyebab teroirsme, karena negara membiayai BNPT untuk mengkaji itu. Jangan sampai negara sudah keluar banyak biaya tapi kesimpulan dalam kajiannya salah yang akan berimpilkasi membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bekerja di BNPT pada hakekatnya mempunyai tujuan yang sama dengan bekerja di bidang kesehatan yaitu memelihara kehidupan manusia, sehingga bila kita salah melangkah yang menjadi korban adalah nyawa manusia.

Saran saya, direktur BNPT menyambut saja tawaran prof Din Syamsudin seperti yang diungkapkan pada acara ILC beberapa minggu yang lalu bahwa beliau sedari dulu sudah menawarkan lembaga yang menaunginya untuk membantu melakukan upaya deradikalisasi pada kelompok yang terdeteksi sebagai kelompok radikal dengan cara-cara yang mengedepankan tradisi Indonesia, bukan dengan dikejar-kejar.

Langganan berita lewat Telegram
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Endang S
Ibu rumah tangga yang dokter, bekerja di dalam dan di luar rumah. Sedang caper sama Allah melalui GMKM. Memimpikan kesetaraan pembangunan kesehatan di seluruh wilayah NKRI
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER