close
Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Bagaimana Jika Bertemu Pembohong?

Dalam hidup, kita pasti pernah punya pengalaman bertemu dengan orang yang suka berbohong. Mulai dari bohong ringan hingga kebohongan yang merugikan bahkan mencelakakan orang lain.

Lalu, apa yang harus kita lakukan bila bertemu atau mengetahui adanya seorang pembohong?

Apakah kita diam saja? Biarkan itu menjadi tanggung jawabnya masing-masing?

Loading...

Tentu tidak. Islam mengajarkan bahwa seorang muslim diwajibkan melakukan amar makruf nahi mungkar. Sederhananya yaitu mengajak pada perbuatan yang baik dan mencegah dari perbuatan yang buruk.

dari sahabat Abu Huroiroh رضي الله عنه, dari Nabi صلى الله عليه وسلم beliau bersabda: “Sungguh aku telah melihat seorang laki-laki yang sedang menikmati kenikmatan di surga, disebabkan ia memotong duri yang berada di tengah jalan, yang duri itu mengganggu kaum muslimin.”

Seorang pembohong memberi dampak yang buruk pada lingkungan dan dirinya sendiri. Seorang pembohong akan merugikan orang lain. Seorang pembohong tidak layak dijadikan sebagai pemimpin.

Berberapa hal yang perlu dilakukan apabila bertemu pembohong adalah:

  1. Jika mampu, maka nasihatilah seorang tersebut agar berhenti dari sifat pembohongnya. Menasihati dengan cara yang baik agar si pembohong sadar.
  2. Mengamankan lingkungan dari dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh si pembohong.
  3. Mencegah si pembohong menjadi pemimpin. Sebab dia tidak akan amanah. Misal ada yang mengatakan pada publik bahwa dirinya sudah 10 tahun yang lalu terakhir main volly. Padahal faktanya; sebulan sebelumnya dia main volly dengan teman-teman kantornya. Ini hal yang sangat sepele dan seperti tidak berarti apa-apa. Akan tetapi, ini sudah lebih dari cukup untuk menilai seorang adalah pembohong. Hal seperti itu saja dia lakukan kebohongan. Bagaiamana bila dia diberi amanah untuk menjadi memimpin? Dia pasti akan merugikan orang-orang yang dipimpinnya.

Apakah membicarakan fakta kebohongan seorang pembohong adalah ghibah? InsyaAllah tidak. Bahkan Al Qur’an isinya membicarakan keburukan Fir’aun, Namrud, dan juga manusia ingkar lainnya. Supaya kita bisa mengambil pelajaran dan tidak terjatuh pada kondisi buruk yang sama.

Langganan berita lewat Telegram
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER