Analisis Jual Makanan Lewat Pasar Daring

Analisis Jual Makanan Lewat Pasar Daring

WARGASERUJI – Makanan khas Jogja apa yang cocok dijual lewat pasar daring (online marketplace)? Apa harus terkenal? Perlu syarat tertentu? Berikut analisis jual makanan lewat pasar daring.

Berdasar pengamatan, ada dua tipe makanan khas Jogja yang ketika dijual cukup diminati pembeli di pasar daring ternama, seperti Tokopedia, Shopee dan Bukalapak. Pertama, sudah cukup dikenal, seperti bakpia atau gudeg merek yang sudah melegenda. Kedua, makanan khas unik atau ekstrem seperti belalang goreng.

Karena pasarnya seluruh Indonesia, maka jenis makanan yang dijual harus siap dikirim melalui ekspedisi yang terdaftar di pasar daring. Ini berarti, harga jualnya tetap menarik walaupun dengan tambahan biaya ongkos kirim.

Misal, gudeg melegenda yang dikemas dengan kaleng. Orang mau membeli karena “istimewa”. Entah ada rasa kangen karena pernah mencicipi sewaktu di Jogja, atau karena butuh untuk oleh-oleh.

Dengan menggunakan kaleng, gudeg bisa dikirim melalui ekspedisi. Namun, masing-masing ekspedisi punya kebijakan, sehingga perlu ditanyakan dulu apa bisa mengirim makanan dan syarat pengepakannya.

Makanan yang cocok dijual lewat online memang bergantung ke ongkos kirim. Kalau harganya cukup tinggi namun tidak terlalu besar dan berat, maka relatif bisa dijual. Jadi, perbandingan antara harga jual dan biaya ongkir harus cukup besar.

Contoh makanan yang masuk kriteria ini adalah sambal dan sejenisnya. Harganya cukup tinggi namun ringan. Contoh yang kurang cocok adalah segala jenis minuman atau yang mengandung air cukup banyak. Selain berat, beberapa ekspedisi memberi syarat cukup ketat untuk barang benda cair.

Namun, beberapa makanan juga cukup diminati walau tidak masuk kriteria di atas. Artinya, tetap ada celah pasar yang masih tersembunyi. Bukankah belalang goreng juga tak diduga ternyata bisa cukup laris?

Ini bisa jadi kesempatan untuk masyarakat yang punya produk makanan spesial. Toh, tidak ada salahnya dicoba, karena rata-rata semua pasar daring bertipe c2c (customer to customer) tidak memungut bayaran sepeser pun ke penjualnya.

Demikianlah analisis jual makanan lewat pasar daring. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...

Orang Bohong Yang Bertobat vs Orang Bohong Yang Keterusan

Menjaga kejujuran sangatlan penting, sedangkan memelihara kebohongan adalah perbuatan jahat yang akan menghancurkan diri sendiri. Orang yang berbohong lantas bertobat dengan cara mengakui kebohongannya dan...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Kelebihan Sambung Pucuk

Sambung pucuk memiliki beberapa kelebihan, penggabungan antara kelebihan dengan pembiakan secara generatif dan vegetatif.
close