close

Sego Uceng, Tren Baru Kuliner Khas Blitar

Kuliner tradisional berbahan baku ikan wader dan uceng menjadi tren baru di Kota Blitar, Jawa Timur. Pada Lebaran tahun ini (1439 H) setidaknya telah berdiri puluhan rumah makan “sego uceng /wader” dibandingkan satu-dua buah saat penulis tinggal di kota ini 25 tahun yang lalu.

Salah satunya adalah Warung Lalapan Uceng Goreng yang berlokasi di Jl. Mahakam No. 190, Tanjungsari, Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur. Warung makan 24 jam dan tetap buka di Hari Raya ini khas menyajikan hidangan berbahan baku ikan air tawar lokal khas Blitar.

Berbagai menu “iwak kalen” khas Blitar

Selain uceng dan wader, rumah makan ini juga menyediakan lele rawa, ikan gabus, belut, nila, jendil, gurami, tombro, sili, dan udang kali. “Iwak kalen” tersebut digoreng, dibakar atau dimasak lodeh ataupun mangut.  Tersedia pula wader krispi dan iwak peyek untuk memanjakan lidah para pengunjung.

Sego Uceng dan “kawan-kawannya”

Bercita rasa gurih dalam balutan tepung terigu yang digoreng renyah, kuliner ini sangat digemari pelancong yang mengunjungi kota tempat kelahiran Bung Karno ini. Ikan-ikan krispi yang dihidangkan secara tradisional di atas layah dari batu kali atau tanah liat ini biasanya dipadu dengan pilihan sambal bawang, sambal ijo, sambal terasi atau sambal segar. Untuk minumannya, selain teh atau jeruk dan minuman modern dalam kemasan, tersedia pula legen kelapa dan beras kencur.

Pengunjung biasanya mengambil sendiri nasi hangat yang lunak bin pulen untuk menikmati porsi besar ikan uceng/wader goreng ataupun menu lainnya seperti ayam kampung atau bebek ingkung. Sedangkan makanan pelengkap lainnya adalah oseng kangkung, pete, jamur krispy, beningan, lodeh tewel, dan tahu atau tempe goreng lengkap dengan sayuran lalapan serta irisan ketimun atau terong rebus.

Ikan wader, ikan uceng dan ikan gabus dalam akuarium

Sambil menikmati sego uceng dan wader secara lesehan atau di kursi-kursi yang tersedia, pengunjung bisa menikmati pemandangan berbagai ikan air tawar dalam akuarium. Rumah makan yang juga dilengkapi dengan free WIFI dan tempat parkir yang nyaman ini menjadi pilihan tepat bagi para pengunjung Kota Patria yang menyimpan kisah kepahlawanan Sudanco Supriyadi dan lokasi Candi Penataran ini.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Nico Andriantohttps://pt.slideshare.net/NicoAndrianto
Traveller, pengamat, penikmat, pembelajar, penginfo berbagai realitas sosial, ekonomi, budaya, kebijakan publik, dan teknologi.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

pubsec

Ngerumpi tentang Sektor Publik

TERPOPULER