Beras merupakan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia. Dari kerja keras petani padilah beras tersebut bisa dibudidayakan hingga kebutuhan kita bisa terpenuhi. Tahukah anda bahwa calon nasi tersebut untuk bisa dipanen harus melalui berbagai ancaman yang bisa datang sewaktu-waktu?

Petani padi memulai budidaya tanam padi dengan memilih bibit, mereka bisa membuat bibit sendiri dari gabah hasil panen sebelumnya atau bisa dengan membeli bibit padi kemasan (berupa gabah) yang tersedia di toko pertanian.

Sebelum disemaikan, gabah direndam dulu di dalam air beberapa malam untuk kemudian di semaikan di sawah yang sudah diolah dulu tanahnya. Resiko pada proses ini adalah gabah tidak tumbuh, gabah dimakan tikus atau ayam yang tidak milik penduduk dekat lokasi penyemaian bibit padi.

Proses penyemaian ini harus diperhitungkan dengan kesiapan sawah yang akan ditanami padi. Sawah siap ditanami bila sudah dialiri air dan ditraktor. Permasalahan yang kadang dihadapi petani adalah bila tukang traktornya sedang banyak order petani harus antri sehingga perhitungan bisa meleset  yang mengakibatkan bibit padi sudah terlalu tua. bibit padi yang ketuaan menyebabkan dia sudah berbuah sebelum batangnya bisa berkembang biak menjadi banyak.  Yang tentu akan sangat berpengaruh pada jumlah gabah yang diproduksi nantinya.

Masalah lain bisa juga muncul berupa saat bibit sudah masanya ditanam, petani sulit mendapatkan tukang tanam padi  sebab sedang musim tanam dimana-mana sementara jumlah tenaga tanam terbatas (biasanya ibu-ibu diatas 50 tahun). Ada juga tanam pakai mesin, tapi kelemahan mesin tanam ini adalah tidak bisa digunakan disawah yang airnya melimpah karena struktur tanahnya lembek sehingga mesin tanam padi tidak bisa bergerak dilahan seperti ini.

Setelah bibit padi ditanamkan petani harus menjaga ketersediaan air, cilakanya pada sawah tadah hujan terkadang setelah bibit ditanam tanpa diduga hujan tidak kunjung datang selama seminggu (padahal musim penghujan) sehingga jadi mengering.

Resiko lainnya pada masa ini adalah bibit padi yang baru ditanam merupakan sasaran empuk bagi keong sawah, sehingga petani harus meluangkan waktu untuk mengambil satu persatu keong tersebut atau disemprot dengan pestisida pembunuh keong. Tapi karena keong itu makhluk hidup yang berkembang biak maka bisa jadi hampir dua minggu petani harus tiap hari kerja keras mengusir hewan tersebut dari area pertaniannya. Bila sudah 2 minggu batang padi sudah mulai mengeras sehingga tahan terhadap serangan keong.

Bila proses ini telah lolos, tantangan selanjutnya adalah memberantas rumput liar. Rumput liar ini sesuatu yang niscaya ada, cara meberantasnya dengan di cabut, bisa dengan tangan, alat manual maupun mesin pencabut rumput. Bisa juga dengan pestisida rumput.

Wereng merupakan hama yang setiap saat bisa mengintai pada tanaman padi umur berapapun, bahkan sejak bibit padi masih di lahan persemaiannya. Selain wereng banyak lagi jenis hama lainnya,  tak jarang padi sudah hampir menguning tiba-tiba muncul hama yang bisa merusak tanaman.

Padi sudah hampir dipanen, buliran padi sudah mulai berisi datanglah burung yang ingin ikut memanen. Petani melakukan berbagai upaya untuk menghalaunya dengan membuat orang-orangan sawah dan juga membunyikan suara-suara halauan agar burung tidak jadi mampir ke sawahnya.

Ancaman bisa juga datang dari hujan deras apalagi jika disertai angin kencang, tanaman padi bisa ambruk. Bila ambruknya pada kondisi padi sudah masa panen maka petani masih bisa  memanen meskipun dengan biaya yang dikeluarkan untuk memanen harus lebih tinggi jika dibandingkan padi yang tidak ambruk. Namun bila ambruknya tanaman padi masih pada kondisi belum masa panen maka kerugian petani semakin besar.

Tikus merupakan musuh petani setiap saat, dia bisa merusak tanaman pada padi umur berapapun. Tikus ini mengerat batang pohon sehingga padi tidak bisa tumbuh sempurna. Bila padi sudah menua selain mengerat batang tikus juga memakan bulir padinya. Pernah kejadian seorang petani besok rencana akan memanen padi tapi nasib berkata lain, malamnya padinya dihabisin tikus sehingga dia gagal memanen.

Pada saat panen masalahpun belum tentu selesai, penebas padi yang jumlahnya terbatas menyebabkan mereka memotong padinya terkadang terlambat dari jadwal yang disepakati sehingga padi menjadi terlalu tua yang berefek bulir padi jadi rontok. Padahal penebasnya membelinya berdasarkan berat padi yang dihasilkan.

Padi sudah dipotong, sudah dimasukkan ke karung-karung gabah terkadang penebas ingkar janji tidak mengambil panenan tersebut. gabah sudah diangkut, terkadang penebas tidak segera membayar, bahkan ada yang sampai bernulan-bulan belum juga dibayar.

Itulah liku-liku hidup jadi petani padi, informasi di atas saya dengar sendiri dari para petani. Maka sungguh kasihan bila harga gabah murah. Dua tahun terakhir ini petani di wilayah sekitar tempat tinggal saya tidak bisa panen dengan hasil optimal karena selalu datang hama silih berganti. Kata mereka “Bisa pilih modal saja sudah Alhamdulillah.”  Modal yang mereka maksud disini adalah biaya yang dikeluarkan untuk menanam padi selama masa tanam (misal untuk bayar tukang traktor, beli pupuk, beli pestisida lain-lain ) tanpa memperhitungkan tenaga yang mereka keluarkan.

Menjadi petani jaman sekarang itu berat karena hama semakin beragam, anak-anak muda di wilayah saya jarang yang mau bertani. Mereka lebih suka kerja jadi buruh pabrik. Padahal wilayah saya terkenal sebagai sentra penghasil padi.

Banyak lahan-lahan pertanian dijual ke warga keturunan cina, sebab mereka biasanya yang siap dengan uang milyaran. Kemudian oleh mereka lahan pertanian dijadikan pabrik dan pribumi hanya jadi buruhnya. Kata beberapa warga diwilayah kami, dulu pada era orde baru pembelian tanah oleh warga keturunan hanya dibatasi diwilayah perkotaan. Tapi sekarang mereka bebas membeli lahan sampai ke desa-desa. Bila tidak ada perubahan peraturan, sangat mungkin kedepan kepemilikan tanah dikampung dikuasai warga keturunan dan pribumi hanya jadi penyewa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Apakah Berita Ini Benar? Mohon konfirmasinya!

Kemudahan di bidang teknologi informasi membawa implikasi mudahnya seseorang menyebarkan pesan apapun yang ia terima. Apakah pesan tersebut benar, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan dunia...

Ilmu Tafsir Tingkat Dasar : Fardhu Ain Bagi Muslim

Al Quran diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk hidup, sekaligus pembeda (Furqon). Petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, dan pembeda antara orang yang beriman dengan orang...

Bandara Baru A. Yani Semarang Disiapkan Menyambut Mudik Lebaran

Tidak sampai sebulan lagi lebaran tiba. Bandara A.Yani Semarang terus berbenah menyiapkan fasilitas yang layak untuk bandara baru yang tidak jauh letaknya di belakang...
loading...