Tagar #2019GantiPresiden begitu viral di masyarakat terutama di media sosial baik facebook, instagram, twitter maupun di grup-grup whatsapp. Berbagai macam gerakan dalam dunia nyata juga dilakukan dengan pembuatan kaos, mug, pin dan aksesoris lainnya. Presiden Jokowi bahkan sempat merespon hal viral ini di sela-sela kunjungan kerjanya ke daerah.

Adanya fenomena ini tentunya sebagai hal positif sebagai wujud kebebasan warga negara dalam menyampaikan aspirasinya. Kebebasan yang selama ini terkekang oleh rasa ketidaknyamanan ketika menyuarakan apa yang menjadi idenya atau bahkan visi misinya ketika penguasa yang sah masih berkuasa. Respon Presiden Jokowi yang santai dan santun terhadap fenomena ini juga tentunya patut diapresiasi sebagai wujud menghargai pendapat warga negara.

Fenomena #2019GantiPresiden juga tentunya harus diwaspadai oleh umat Islam sebagai mayoritas penduduk di Indonesia. Hal ini disebabkan belum munculnya calon presiden yang sudah disepakati oleh sebagian umat Islam untuk menjadi kandidat utama berhadapan dengan petahana. Umat Islam harus segera berkoordinasi dengan cepat untuk menentukan calon presiden yang akan diajukan yang mampu diterima oleh seluruh atau sebagian besar umat Islam.

Fenomena ini dapat menjadi “kuda troya” bagi umat Islam dikarenakan belum adanya calon yang kuat untuk menggantikan penguasa saat ini. Adanya penyusup dalam gerakan ini yang seakan-akan ikut memperkuat gerakan #2019GantiPresiden akan tetapi sudah menyiapkan rencana lanjutan dalam mengisi kursi kekuasaan. Mereka dikarenakan memiliki tujuan politis tertentu sehingga dapat meninggalkan umat Islam ketika tujuan politiknya sudah tercapai.

Kondisi ini tentunya akan semakin membuat umat Islam sebagai mayoritas akan semakin terjepit posisinya dalam percaturan politik di negeri ini. Umat dengan jumlah yang banyak dan keyakinan yang sama, akan tetapi tercerai berai kekuatannya ketika berhadapan dengan urusan duniawi dan kekuasaan. Tentunya hal ini sangat tidak diinginkan oleh seluruh umat Islam. Kekuatan ukhuwah Islamiyah harus semakin diperkokoh terutama oleh para ustadz dan mubaligh yang selalu memberikan siraman rohani agar umat Islam mampu kompak dan istiqomah dalam pendiriannya. Sehingga benar-benar mampu mewujudkan masyarakat yang madani dalam keadaan baldatun thoyibatun wal ghofur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Apakah Berita Ini Benar? Mohon konfirmasinya!

Kemudahan di bidang teknologi informasi membawa implikasi mudahnya seseorang menyebarkan pesan apapun yang ia terima. Apakah pesan tersebut benar, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan dunia...

Ilmu Tafsir Tingkat Dasar : Fardhu Ain Bagi Muslim

Al Quran diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk hidup, sekaligus pembeda (Furqon). Petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, dan pembeda antara orang yang beriman dengan orang...

Bandara Baru A. Yani Semarang Disiapkan Menyambut Mudik Lebaran

Tidak sampai sebulan lagi lebaran tiba. Bandara A.Yani Semarang terus berbenah menyiapkan fasilitas yang layak untuk bandara baru yang tidak jauh letaknya di belakang...
loading...