JAKARTA – Pasangan warga Saudi dari Tabuk  bertemu dengan TKW yang mereka setelah dia dijatuhi hukuman mati karena membunuh anak mereka yang berusia 11 bulan pada tahun 2009.

Ghalib Nasir Al-Hamri Al-Balawi dan istrinya tiba di Indonesia pada 3 Mei untuk kunjungan selama seminggu, termasuk ke Cirebon, Jawa Barat guna bertemu dengan Masamah bint Raswa Sanusi dan keluarganya.

“Saya tidak mengharapkan apa pun dengan memberi maaf ini selain ridha Allah,” kata Al-Balawi melalui seorang penerjemah selama konferensi pers di Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, Senin, 7/5/2018.

Dia mengatakan bahwa dia sangat terkesan dengan keramahan yang ditunjukkan oleh bangsa Indonesia selama kunjungan mereka.

Arief Hidayat, seorang pejabat dari Direktorat Perlindungan Luar Negeri Warga Negara Indonesia di Luar Negeri, mengatakan bahwa kunjungan pasangan itu difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah sebagai penghargaan atas pengampunan dan kemauan pasangan itu untuk memaafkan Masamah.

“Kami membawa mereka ke Cirebon dengan kereta api dan mereka disambut oleh bupati Cirebon,” kata Hidayat, sambil menambahkan bahwa mereka juga membawa pasangan itu ke taman safari di Cisarua di daerah pegunungan yang bergunung-gunung dengan tujuan agar wisatawan dari Negara-negara Timur Tengah makin tertarik untuk berwisata ke Indonesia.

Persidangan kasus Masamah dimulai pada tahun 2009 atas tuduhan membunuh anak Al-Balawi setelah mereka menemukan sidik jarinya di wajah bayi itu.

Masamah selalu menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa dia hanya menggosok wajah bayi itu setelah dia melihat bayi tidak sadar. Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada tahun 2014 tetapi pengacara distrik mengajukan banding dan dia dijatuhi hukuman mati pada tahun 2016.

Selama persidangan bandingnya pada Maret 2017, Al-Balawi mengampuninya dan memutuskan untuk tidak meminta uang tebusan, tetapi Masamah masih harus menjalani sisa dua setengah tahun hukuman penjara.

Dia dibebaskan dari penjara pada bulan Januari dan tinggal di penampungan konsulat sampai dia dibebaskan dan kembali ke Indonesia pada bulan Maret 2018

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Apakah Berita Ini Benar? Mohon konfirmasinya!

Kemudahan di bidang teknologi informasi membawa implikasi mudahnya seseorang menyebarkan pesan apapun yang ia terima. Apakah pesan tersebut benar, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan dunia...

Ilmu Tafsir Tingkat Dasar : Fardhu Ain Bagi Muslim

Al Quran diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk hidup, sekaligus pembeda (Furqon). Petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, dan pembeda antara orang yang beriman dengan orang...

Bandara Baru A. Yani Semarang Disiapkan Menyambut Mudik Lebaran

Tidak sampai sebulan lagi lebaran tiba. Bandara A.Yani Semarang terus berbenah menyiapkan fasilitas yang layak untuk bandara baru yang tidak jauh letaknya di belakang...
loading...