Setelah menunggu lebih dari empat tahun lamanya, akhirnya masyarakat Jakarta bisa menikmati kembali Masjid di kompleks Taman Ismail Marzuki (Masjid TIM). Masjid TIM lama yang telah berdiri sejak jaman Gubernur Ali Sadikin dirubuhkan pada Tahun 2013 pada masa pemerintahan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Perubuhan Masjid bersejarah ini sempat menimbulkan polemik tajam dan bahkan menjadi isu politik panas di tengah masyarakat Jakarta, karena nilai sejarahnya yang hilang dan juga rencana pembangunannya kembali yang berlarut-larut tanpa kejelasan. Sementara sebagai sebuah public need, masjid TIM digunakan sebagai sarana sholat lima waktu dan sholat jumat bagi masyarakat yang berada di kompleks TIM.

Rancangan Masjid TIM (pengganti)

Pembangunan kembali Masjid Amir Hamzah yang terletak di bilangan Jakarta Pusat ini dimulai pada awal Oktober 2017. Di hari-hari terakhir pemerintahan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta, akhirnya pembangunan kembali masjid TIM memiliki kejelasan. Selama absennya keberadaan masjid TIM, jamaah terpaksa menggunakan basement parkir gedung TIM sebagai tempat untuk menjalankan ibadah sholat.

Masjid TIM pengganti, Kamis 19-04-2018

Pada bulan Maret 2018, masjid yang ditunggu-tunggu  oleh para jamaah ini akhirnya bisa dilihat bentuknya. Panulis berkesempatan melaksanakan sholat Magrib di masjid TIM baru ini pada Kamis (19-04-2018). Memiliki arsitektur berbentuk persegi empat dengan gaya minimalis, masjid pengganti ini sayangnya juga berukuran minimalis. Berdiri di dekat pintu masuk TIM, pengganti masjid “Amir Hamzah” ini bersebelahan dengan lahan parkir yang luas dengan pepohonan di beberapa bagiannya.

Masjid TIM pengganti di sebelah halaman parkir

Melihat ukurannya yang hanya delapan kali delapan meter, masjid pengganti ini jauh dari kata memadai untuk memenuhi kebutuhan sholat Jumat. Seperti diketahui, masjid darurat di basement parkir gedung TIM selama ini biasanya digunakan oleh sekitar 500 jamaah sholat Jumat. Masjid TIM pengganti  ini ukurannya lebih kecil daripada Masjid Amir Hamzah aslinya, bahkan lebih kecil dibandingkan ruangan untuk para pengurus masjid di masjid darurat basement TIM.

Kapasitas masjid darurat TIM bahkan jauh lebih besar daripada Masjid TIM (pengganti)

Kiranya diperlukan intervensi kebijakan dari  Gubernur baru agar lebih memperhatikan kapasitas masjid TIM untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang jumlahnya terus membesar. Sebagai sebuah negeri mayoritas muslim dengan konstitusi yang menjamin hak untuk beribadah bagi warganya, maka masjid pengganti Masjid Amir Hamzah ini perlu dibangun lebih besar. Lebih dari itu, Masjid TIM bukan saja sebuah tempat ibadah, bahkan sebuah monumen bersejarah bagi perkembangan religiusitas masyarakat seni di lingkungan Taman Ismail Marzuki yang harus dihargai dan dilestarikan.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Peresmian Pondok Pesantren dan SMP Alam Bina Insan Pangkalan Bun

Kotawaringin Barat - Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat kini semakin bertambah dengan diresmikannya Pondok Pesantren Plus SMP Alam Bina Insan, Jum'at Sore (26/5/2018). Kompleks...

Politik Santun Ala PH Malaysia

BUKIT MERTAJAM - Pakatan Harapan (PH) Malaysia menggunakan politik santun dalam menjalankan pemerintahan setelah meraih kemenangan mutlak dalam pemilu Malaysia baru-baru ini. PH meminta...

Turki Salurkan Bantuan Ramadhan Untuk Rohingya

ANKARA - Turkiye Diyanet Foundation (TDV), sebuah yayasan keagamaan di Turki menyalurkan bantuan kepada Muslim Rohingya di Myanmar selama bulan Ramadhan. Paket-paket bantuan yang...
loading...