Ikhtiar berobat bagi orang yang sakit itu adalah perintah syariat. Jadi seorang muslim itu tidak boleh pasrah demikian saja terhadap penyakit yang menimpanya tanpa berusaha untuk berobat demi kesembuhannya.

Adapun jika sudah berusaha secara maksimal untuk berobat, namun belum diberi kesembuhan, maka dianjurkan untuk bersabar atas pederitaannya itu dan berserah diri kepada Allah atas cobaan yang menimpanya, karena dengan kesabaran dan kepasrahannya itulah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan meninggikan derajatnya.

Sayyidina Jabir RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya, oleh sebab itu, jika obat tersebut digunakan, dengan izin Allah tentu penyakitnya akan sembuh.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Dalam riwayat lain Sy. Ibnu Mas’ud RA menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT tidak menurunkan penyakit, melainkan menurunkan juga obat untuknya. Orang yang mengerti tentu mengetahuinya, sebaliknya orang yang bodoh (awwam) tidak akan mengetahuinya.” (HR. Ahmad).

Bagi para pakar kesehatan, tentu info dari Nabi Muhammad SAW ini menjadi tantangan tersendiri sebagai lahan penelitian, bagaimana seharusnya mereka terus berijtihad tanpa berhenti untuk mencari obat bagi segala macam penyakit, karena ternyata semua penyakit itu pasti ada obat.

Sedangkan bagi kalangan awwam maka kewajiban mereka adalah bertanya atau berobat kepada para pakar kesehatan yang lazim disebut sebagai dokter-dokter dengan spesialisasi yang sesuai pada bidangnya masing-masing. Jadi seawwam apapun seseorang itu, maka hendaklah rajin bertanya dan mencaritahu tentang dunia kesehatan, serta tidak merasa alergi untuk berobat.

Sayyidina  Abu Hurairah RA memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT tidak menurunkan suatu penyakit, melainkan ia menurunkan penawarnya.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, dan Ibnu Majah).

Menurut pendapat para ulama, bahwa li kulli qaidatin mustatsnayat (setiap kaedah itu ada pengecualiannya), termasuk juga dalam dunia pengobatan. Di samping Nabi Muhammad SAW menerangkan bahwa setiap kali Allah menurunkan satu jenis penyakit, pasti Allah menurunkan pula obatnya, ternyata ada satu penyakit yang tiada obatnya. Sebagaimana dalam riwayat berikut, bahwa dulu orang-orang Arab menghadap Nabi Muhammad SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah SAW kapan kita boleh tidak berobat ?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak, wahai hamba Allah kalian harus berobat, sebab sesungguhnya Allah tidak mengadakan suatu penyakit, melainkan Dia mengadakan pula penawar atau obatnya, kecuali satu penyakit (saja yang tiada obatnya).”

“Penyakit apakah itu, wahai Rasululah SAW ?” tanya mereka.

“Tua (menghadapi kematian).” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Peresmian Pondok Pesantren dan SMP Alam Bina Insan Pangkalan Bun

Kotawaringin Barat - Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat kini semakin bertambah dengan diresmikannya Pondok Pesantren Plus SMP Alam Bina Insan, Jum'at Sore (26/5/2018). Kompleks...

Politik Santun Ala PH Malaysia

BUKIT MERTAJAM - Pakatan Harapan (PH) Malaysia menggunakan politik santun dalam menjalankan pemerintahan setelah meraih kemenangan mutlak dalam pemilu Malaysia baru-baru ini. PH meminta...

Turki Salurkan Bantuan Ramadhan Untuk Rohingya

ANKARA - Turkiye Diyanet Foundation (TDV), sebuah yayasan keagamaan di Turki menyalurkan bantuan kepada Muslim Rohingya di Myanmar selama bulan Ramadhan. Paket-paket bantuan yang...
loading...