Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Kabar MPM PDM Sleman Adakan Diskusi Air Hujan dan Sampah

MPM PDM Sleman Adakan Diskusi Air Hujan dan Sampah

Kabar MPM PDM Sleman Adakan Diskusi Air Hujan dan Sampah

MPM PDM Sleman Adakan Diskusi Air Hujan dan Sampah

SLEMAN, WARGASERUJI – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, mengadakan acara buka bersama dan diskusi di aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman, pada hari Senin (20/5). Tema diskusi membahas pengelolaan air hujan (Banyu Udan) dan penanggulangan sampah, dengan menghadirkan empat nara sumber.

Acara yang dihadiri dari berbagai kelompok masyarakat itu, dibuka oleh H. Hasan Fansuri, M.Ag., Ketua PDM Sleman yang membidangi pemberdayaan. H. Hasan Fansuri mengemukakan dukungannya terhadap acara ini, karena permasalahan air hujan yang belum teratasi manakala musim hujan yang membuat banjir di daerah selatan, juga kekeringan di musim kemarau.

Selain itu, dengan adanya keikutsertaan peneliti dari kalangan masyarakat yang menemukan teknologi tepat guna untuk pengelolaan sampah, bisa disebarluaskan ke masyarakat melalui forum tersebut.

“Kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya, bagaimana pengemasan atau penanggulangan sampah ini dikemas menjadi sampah yang bermanfaat, atau sampah yang produktif bernilai ekonomis,” sambutnya.


Ikut memberi sambutan Wakil Bupati Sleman, Dra. Sri Muslimatun. Sebagai wakil Pemerintah Kabupaten Sleman, menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan oleh MPM PDM Sleman. Beberapa paparan dari nara sumber akan dijadikan masukan bagi Pemerintah Daerah untuk didiskusikan lebih lanjut.

Permasalahan sampah sudah menjadi masalah bersama, sehingga cukup mengganggu lingkungan bahkan di tepi-tepi jalan kabupaten. Menurutnya, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menanggulanginya, melalui proses internalisasi.

“Bagus kemasnya, dibuang begitu saja oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Ini sesuatu yang tidak cukup sosialisasi, namun perlu internalisasi,” paparnya.

Pihaknya akan selalu mendukung inisiatif MPM seperti acara ini, karena pengelolaan sampah dan air hujan yang optimal bisa menjadi sumber daya ekonomi yang besar bagi kabupaten Sleman.

Kemudian dilanjutkan paparan dari para narasumber. Yang pertama, oleh Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT, Kabid Perencanaan Umum dan Program BBWS Bengawan Solo, dengan materi “Gerakan Memanen Air Hujan”. Materi kedua disampaikan oleh Sri Wahyuningsih dari Komunitas Banyu Bening dengan materi Banyu Udan untuk Konversi Air dan Kesehatan.

Pada bagian ketiga dan keempat, berturut-turut dipaparkan tema “Reaktor Cacing sebagai Salah Satu Solusi Menanggulangi Sampah” oleh Puji Heru Sulistiyono, dilanjutkan paparan “Black Soldier Fly Untuk Pengolahan Sampah” oleh Henry Supranto (Omah Magot Jogja). Kemudian, dilanjutkan diskusi setelah shalat Maghrib dan buka puasa.


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.