Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Keseimbangan Ekosistem Budidaya dengan Reaktor Cacing

WARGASERUJI – Setelah Puji Heru Sulistiyono berhasil menciptakan reaktor cacing, beberapa masalah budidaya serasa ada harapan teratasi. Terutama, karena budidaya yang dilakukan biasanya mengganggu ekosistem alami demi jumlah produksi. Demikian kesimpulan dari paparan yang disampaikan Puji saat pertemuan antara MPM PDM Sleman dengan petani binaan Bendosari, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Selasa (14/5).

Berdasar analisa sekilas yang dilakukan Puji, daerah pertanian di Bendosari sudah berubah tidak alami. Ditandai dengan menghilangnya hewan kunang-kunang yang menjadi unsur ekosistem persawahan yang penting. Hasilnya, kualitas padi menurun.

Penggunaan pupuk kimia dan pestisida, serta pembakaran jerami dan dedaunan, disinyalir menjadi penyebab beberapa spesies yang dibutuhkan untuk keseimbangan ekosistem sawah menghilang. Untuk mengembalikannya, perlu usaha tambahan namun efisien tenaga dan tempat.

Reaktor cacing dibuat untuk mempercepat proses ekologi. Kebutuhan media untuk mengolah sisa bahan organik bisa terpenuhi dengan sedikit usaha dan sempitnya lahan. Reaktor cacing memanfaatkan ruang vertikal, dengan bahan bambu atau ban bekas.

Sisa-sisa organik bisa berasal dari daun-daun yang rontok, batang pisang yang sudah dipanen, sisa sayuran dari dapur, jerami padi, dan lainnya. Semua bisa sebagai bahan reaktor cacing, bahkan tanpa perlu dicacah. Cukup dengan melakukan pemadatan dan menjaga kelembabannya dengan menyiramkan air secara rutin tiap hari.

Hasilnya bisa dipanen secara kontinyu, karena sistem vertikal dari reaktor cacing menggunakan sistem First In First Out (FIFO). Hasil ada di bawah reaktor, bisa diambil sedikit demi sedikit. Sedangkan bahan baku dimasukkan dari atas.

Hasil utama dari reaktor cacing adalah tanah bekas cacing (kascing) sebagai media tanam yang subur, dan cacing. Selain untuk komoditas bernilai ekonomi, cacing juga bisa langsung digunakan sebagai pakan ternak unggas dan ikan. Bahkan, ayam atau itik bisa berburu sendiri di sekitar reaktor cacing.

Tidak hanya dihuni cacing, beberapa jenis serangga juga akan berkembang biak di sana. Banyak jenis serangga menjadi hama tanaman karena makanan pokoknya berupa sisa-sisa dedaunan dan tanaman yang mati tidak tersedia, sehingga menyerang tanaman hidup. Setidaknya, demikian menurut pengalaman Puji, yang menemukan banyak hewan berkumpul memakan zat organik bekas cacing di sebuah polibag tanpa merusak tanamannya itu sendiri.

Reaktor cacing dipandang mampu menyelesaikan putusnya ekosistem, sehingga sampah organik yang seharusnya diurai, tidak dibakar percuma. Tinggal keseriusan warga menggarapnya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.