Follow SERUJI

94,949FansSuka
396PengikutMengikuti
6,616PengikutMengikuti
729PelangganBerlangganan

Gerakan Memanen Air Hujan

SLEMAN, WARGASERUJI – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, mengadakan acara buka bersama dan diskusi di aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman, pada hari Senin (20/5). Salah satu paparan narasumber adalah tentang gerakan memanen air hujan, yang disampaikan oleh Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT, Kabid Perencanaan Umum dan Program BBWS Bengawan Solo.

Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa gerakan memanen air hujan sudah mulai digelorakan. Saat ini tercatat ada 25 WAG yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, terkait dengan gerakan tersebut.

Bahkan, sudah terlaksana Konggres Gerakan Memanen Air Hujan pertama 28 Nopember 2018 di Yogyakarta. Sehingga akan tercatat sebagai sejarah terkait gerakan memanen air hujan.

Pada dasarnya, terdapat kearifan lokal (local wisdom) yang sudah berlaku turun temurun di masing-masing daerah. Masyarakat Jawa mengenalnya dengan Giri Sa Goro. Masyarakat Bali mengenalnya sebagai Nyegoro Gunung. Sedangkan di Sunda, lebih lengkap lagi dengan nama Papatah Ki Sunda.

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Beberapa metode sudah disebut dalam Papatah Ki Sunda.

Salah satu kearifan papatah sunda, menganjurkan menanam bambu di tepi sungai. Dipilihnya tanaman bambu, karena cepat tumbuh dan akarnya mencengkeram kuat. Kearifan ini perlu dikembangkan dengan mencarikan tanaman varietas yang lebih baik, seperti tanaman jangkar dengan akar tunjang yang bisa lebih menjangkau kedalaman tanah.

Salah satu kearifan lokal yang bisa dilakukan dalam skala rumahan, disebut Lembur Uruseun yang bermakna “uruslah kampungmu”. Karena, pemukiman akan selalu berkembang dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selain itu, Lembur Uruseun melibatkan banyak metode aktivitas konservasi air dibandingkan yang lainnya.

Konservasi Air Hujan

Prinsip konservasi air hujan adalah dengan menahan laju air hujan agar menjadi lambat sampai ke hilir. Ada dua macam cara, dengan memanfaatkannya atau dengan menyimpan tanpa memanfaatkannya. Sumur peresapan dan pembuatan bio pori adalah cara konservasi air hujan tanpa memanfaatkannya secara langsung.

Kalau berada di topografi tanah miring, sebaiknya bukan dengan peresapan karena rawan longsor. Lebih baik menampungnya di atas permukaan tanah. Apalagi, jika secara geologis berupa tanah lempung, akan mengembang bila terkena air dan membuat tanah menjadi semakin labil.

Penampungan di atas permukaan tanah juga bisa dilakukan dengan skala rumahan. Asal ada bangunan dan atapnya, konservasi tipe ini bisa dilakukan. Contohnya kampung torn.

Konservasi secara luas dilakukan dengan penanaman pohon tertentu, juga perlu kajian yang mendalam. Terbukti, walau tanah di lereng gunung penuh dengan tumbuhan lebat, ternyata tetap terjadi longsor seperti yang pernah terjadi di Jepang.

Aspek-aspek konservasi tersebut membutuhkan political will yang kuat dari pemerintah, dengan tujuan munculnya kesadaran masyarakat secara luas. Tanpa hal tersebut, hanya akan muncul dalam skala kecil.

Pemanfaatan air hujan skala kecil selain bisa digunakan untuk air baku, juga bisa untuk air minum dengan pengolahan tertentu. Dengan cara ini, mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan yang berefek samping sampah plastik botol atau gelas kemasan.

Terkait dengan konservasi skala menengah yang dilakukan pemerintah daerah, utamanya di daerah hulu seperti sleman, sebaiknya membuat drainase yang tidak sekedar membuang air hujan ke sungai atau saluran secara langsung. Memang, tidak akan membuat genangan air, tapi di hilir akan terkena dampaknya seperti banjir karena limpahan dari hulu.

Saran drainase yang bagus, ada semacam klep agar air tidak terlalu cepat dibuang dan dibuat serapan di kiri dan kanannya. Ada waktu agar air menggenang dan punya kesempatan terserap ke dalam tanah.

Slogan air sumber kehidupan perlu ditanamkan di masyarakat dengan tindakan nyata. Gerakan memanfaatkan air hujan dan menyedekahkannya adalah salah satunya. Sehingga pihaknya mendukung komunitas-komunitas seperti Banyu Bening yang digawangi Sri Wahyuningsih dan teman-teman.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

Sifat kapitalis itu berkuasa dengan modal. Oleh karena itu selalu dicari cara agar modal bertambah. Kata halusnya, "value" harus selalu naik. Sehingga, kapitalis tak mau kehilangan apapun, tanpa ganti yang sepadan atau lebih tinggi. Termasuk, ketika "melawan" negara.

Poligami Itu Berat, Kami Saja

adi, dua syarat agar bisa adil itu perlu dipenuhi. Karena tidak sembarang orang bisa, "poligami itu berat, kami saja". Tentu, niat utama juga harus benar, yaitu niat berbagi. Bukan niat mencari nikmat di atas penderitaan para istri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mencari Tuhan yang Mana Lagi?

Perbedaan dalam beragama seringkali berpangkal kepada perbedaan siapa yang dituhankan. Orang-orang musyrik menuhankan Allah, namun juga menuhankan selain Allah. Maka, Islam mempertanyakan kepada manusia, mencari tuhan yang mana lagi kalau bukan Sang Pencipta Alam, Tuhan segala sesuatu.

Penguasa Itu Ujian Bagi Umat Manusia

Orang yang berkecimpung di dunia politik selalu melihat penguasa sebagai sebuah posisi yang diperebutkan. Sebaiknya, melihat penguasa itu sebagai ujian bagi umat manusia.

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Ada Niat Baik Tuhan Kepada Manusia

Untuk apa manusia diciptakan? Untuk beribadah kepada Allah. Namun, bukan dalam status "diperas" seperti budak. Manusia yang "lolos uji" itu hendak diberi karunia. Ada niat baik Tuhan kepada manusia. 

Agama yang Benar Itu Satu

Agama itu asalnya satu dari Tuhan yang satu. Pemahaman yang sesat selalu mengarah agar manusia menganggap agama yang benar itu tidak satu.

Ini Jalan yang Lurus

Setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan kesesatan kaum musyrikin dalam mengharamkan dan menghalalkan sesuatu, maka kemudian ayat-ayat berikutnya tentang halal dan haram berdasarkan wahyu Allah. Itulah jalan yang lurus, yaitu mengikuti perintah Allah dengan tidak mengikuti perintah-perintah selain Allah.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Pokok-pokok Haram: Musyrik, Durhaka, Keji dan Membunuh

Tuhan mengharamkan manusia untuk berlaku syirik, durhaka kepada orang tua, berlaku keji serta membunuh jiwa tanpa hak. Itulah pokok-pokok haram. Hal ini diungkapkan dalam ayat setelah beberapa ayat sebelumnya menjelaskan panjang lebar perilaku kaum musyrikin yang suka mengharamkan tanpa dasar.

Ustadz Cilik Wildan, Ternyata Baru Klas 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Ketika membaca pengumuman Hari Bermuhammadiyah yang rutin diselenggarakan oleh PDM Kota Semarang  dengan menghadirkan  penceramah Ustadz Cilik Wildan, dalam hati saya bertanya,  Apakah sudah...