SCROLL KE ATAS UNTUK MEMBACA

Festival Seni Multatuli Lebak, Kemanusiaan Dan Kebudayaan

Festival Seni Multatuli Lebak, Kemanusiaan Dan Kebudayaan

Festival Seni Multatuli telah selesai dilaksanakan di Kabupaten Lebak, pada tanggal 6 – 9 September 2018 yang berlokasi di Museum Multatuli. Pagelaran seni dan budaya lebak dan juga pameran sejarah dan budaya yang berlokasi di Museum juga mampu memberikan pendidikan kepada para pengunjung untuk lebih meningkatkan nilai kemanusiaan dengan belajar dari sejarah Multatuli.

Bagi masyarakata umum nama Multatuli atau Douwes Dekker barangkali hanyalah menjadi bagian dari pendidikan sejarah. Masyarakat Lebak memiliki hubungan historis yang mendalam dengan Multatuli.

Multatuli atau Douwes Dekker adalah seorang warga negara Belanda yang lahir di Amsterdam pada tanggal 2 Maret 1820 dan meninggal di Jerman pada tanggal 19 Februari 1887 pada usia 67 tahun. Nama Multatuli banyak diabadikan di Lebak, baik untuk nama jalan, nama apotik sampai dengan nama klinik. Hal ini tentunya agar masyarakat tidak lupa akan sejarah dan juga orang-orang yang telah berjuang untuk kemanusiaan tanpa melihat suku, agama dan ras seseorang.

Pada Festival Seni Multatuli ditampilkan juga budaya daerah Lebak terutama dari Suku badui yang merupakan penduduk yang masih menjaga kemurnian dan kesahajaan dalam tradisi kehidupan sehari-harinya.

Dipentaskan juga Opera Saijah dan Adinda yang merupakan ikon Lebak dengan iringan musikal pianis Ananda Sukarlan yang menyajikan nilai-nilai kemanusiaan dalam bungkus kesenian opera.

Ibu Iti Octavia Jayabaya menyampaikan bahwa Festival Seni Multatuli merupakan bagian dari potongan puzzle, untuk meneguhkan komitmen sekaligus ikhtiar masyarakat Lebak berjuang bersama, membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Museum Multatuli yang telah diresmikan pada tanggal 11 Februari 2018 terbuka untuk umum, dapat digunakan sebagai sarana wisata maupun belajar untuk lebih mengenang para tokoh pejuang kemanusiaan di negara ini.

Tentunya festival ini diharapkan menjadi agenda rutin Kabupaten lebak untuk selalu mengingat akan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembangunan untuk mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Artikel Lain

TERPOPULER