Ritual Melukat di Pura Tirta Sudamala, Sarana Pembersihan Jiwa dari Unsur Negatif

Ritual Melukat di Pura Tirta Sudamala, Sarana Pembersihan Jiwa dari Unsur Negatif

Bangli (Bali) – Ritual Melukat merupakan salah satu tradisi yang ada dalam keyakinan ajaran Hindu di Bali yang bermakna pembersihan jiwa dari pengaruh unsur-unsur negatif. Lazimnya Ritual Melukat dilakukan di sumber mata air yang ada di Pura, tempat pemandian, dan juga di laut. Salah satu lokasi tempat melukat sekaligus tujuan wisata yang terbilang wajib dikunjungi adalah Pura Tirta Sudamala.

Pura Tirta Sudamala terletak di Desa Sedit, Kelurahan Bebalang, Kabupaten Bangli, Bali. Pura Tirta Sudamala dapat ditempuh selama 90 menit dari Kota Denpasar. Sepanjang perjalanan menuju lokasi Pura Tirta Sudamala Pengunjung akan disuguhi panorama persawahan prodoktif yang sangat hijau.

Pura Tirta Sudamala memiliki sebelah mata air berbentuk pancoran untuk melakukan prosesi melukat. Untuk tiba di sumber mata air para wisatawan yang ingin melakukan prosesi ritual melukat harus menyusuri anak tangga ke bawah Pura Tirta Sudamala.

Pura Tirta Sudamala bersebarangan langsung dengan Sungai Banyu Asih.  Wisatawan yang sedang hamil dan datang bulan tidak diperkenankan untuk  masuk ke areal Pura Tirta Sudamala untuk menjaga kesucian. Wisatawan juga diwajibkan untuk mengenakan kamen (red : kain adat bali) ketika memasuki areal ini. Pagi wisatawan yang berkeyakinan Hindu sebelum memulai prosesi melukat membawa sesajen berupa pejati, dupa , dan canang sari untuk dihaturkan saat sembahyang. Bagi wisatawan non Hindu apabila tidak menggunakan kamen diwajibkan untuk menggunakan  pakaian yang sopan.

Tata cara melukat pun sudah diinfokan oleh papan pengumuman yang terpasang di lokasi. Para wisatawan harus berurutan melakukan proses melukat mulai dari pancoran di utara sungai Banyu Asih. Konon dengan mengikuti setiap tahap melukat di sebelas pancoan mata air dapat mengobati segala macam bentuk gangguan penyakit baik medis dan non medis. Mata air yang dipakai untuk melukat dapat dibawa pulang dengan jerigen yang dijual oleh penduduk lokal disana.

Usai melukat di sebelas mata air, wisatawan akan diberikan bija (red : sarana upacara berupa beras yang telai diberikan doa) dan dipercikan tirta oleh pemangku (red : pemuka Agama Hindu) di Pura Tirta Sudamala.

Para Wisatawan juga disediakan loker untuk menyimpan barang bawaan dan kamar ganti bilas usai melakukan proses ritual melukat. Untuk masuk ke Pura Tirta Sudamala wiasatawan tidak dikenakan biaya masuk, namun wisatawan dapat berdonasi seikhlasnya untuk operasional perawatan Pura Tirta Sudamala.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close