Ketika Perempuan di India Tak Diharapkan Hadir di Dunia

Ketika Perempuan di India Tak Diharapkan Hadir di Dunia

WARGASERUJI – Sejumlah 132 desa dicurigai pemerintah India melakukan aborsi selektif sehingga tiga bulan terakhir tak satupun ada kelahiran bayi perempuan. Padahal secara normal dalam sebuah populasi, jumlah kelahiran laki-laki dan perempuan itu seimbang. Sepertinya, perempuan di India tak diharapkan hadir di dunia.

Aborsi sendiri dilegalkan di India. Namun, jumlah aborsi meningkat setelah teknologi Ultra Sono Graphy (USG) datang sehingga jenis kelamin bayi dalam kandungan bisa diketahui.

Pemerintah India menaruh curiga, aborsi selektif dilakukan dengan motif menghindari memiliki bayi perempuan. Perempuan di India tak diharapkan mampu mengangkat harkat keluarga. Untuk memastikan hal tersbut, akan dilakukan penyelidikan yang lebih cermat.

Bila masalah ini tidak diselesaikan, akan muncul banyak masalah lain. Akan terjadi ketimpangan jumlah laki-laki dan perempuan di masa depan. Bahkan, disinyalir telah terjadi perdagangan perempuan ke daerah yang jumlah laki-lakinya lebih banyak.

Mengapa orang India tak menginginkan anak perempuan?

Beberapa pengamat sosial menyatakan bahwa budaya patriaki menjadi masalah sosial yang paling pelik di India. Walau sudah disosialisasikan secara luas, di pelosok-pelosok desa tetap mempertahankan budaya sehingga memiliki anak perempuan akan membebani keluarga.

Menurut jurnal medis Lancet, seperti yang dilansir Daily Mail, setiap tahun terdapat 500.000 bayi perempuan menjadi korban aborsi. Bahkan, sebuah laporan UNICEF pada 2006, menyebutkan ada 10 juta anak perempuan yang tewas sejak tahun 1986, baik sebelum maupun setelah mereka lahir.

Beberapa pengamat menyatakan penyebabnya, yaitu budaya lama di India yang menganggap anak laki-laki lebih mendatangkan kemakmuran daripada perempuan. Selain itu, perempuan yang akan menikahi laki-laki, harus memberi mahar mas kawin, bukan sebaliknya.

Walau budaya-budaya tersebut sudah mulai dihapuskan, di pelosok-pelosok desa sepertinya masih dianggap. Karena itu, anak perempuan menjadi beban karena harus menyiapkan mas kawin.

Zaman Arab Jahiliyah

Kondisi di India mengingatkan kondisi Arab sebelum Nabi Muhammad diutus. Kaum Quraisy di Makkah punya tradisi mengubur anak perempuan hidup-hidup. Mereka merasa malu punya anak perempuan.

Keadaan kaum hawa saat itu juga memprihatinkan. Seorang perempuan bagaikan sekedar barang, bisa diperjualbelikan dan diwariskan.

Setelah Islam datang, harkat perempuan dikembalikan kepada fitrahnya. Perempuan menjadi mulia. Apalagi setelah menjadi seorang ibu, derajat kemuliaannya sangat ditinggikan.

Datangnya Islam adalah pelajaran bagi manusia. Hidup manusia seharusnya sesuai dengan fitrah penciptaannya. Jika tidak, akan timbul banyak masalah dan bencana.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close