Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Bangga Diri Penduduk Surga Sirna

Bangga pada diri sendiri dianggap positif bagi banyak orang. Ada kaitannya dengan percaya diri. Tapi, tulisan ini mencoba menyingkap sisi “negatif” bangga diri, khususnya mengapa bangga diri penduduk surga menjadi sirna.

Sebuah kisah berikut menjelaskan. Yakni tentang David Musa Pidcock yang masuk Islam karena keajaiban yang menimpa dirinya.

David Musa, seorang Inggris, mulanya mempelajari berbagai agama. Kemudian, seorang mahasiswa memberi Al Quran dengan terjemahan.  “Kebetulan”, yang dibuka dan dibaca adalah awal surat Al Qamar yang artinya bulan.

Isi ayat itu menurutnya sangat mustahil, bagaimana mungkin dinyatakan bahwa “bulan telah terbelah”. Maka, ia tutup Al Quran dan berhenti membacanya.

Suatu ketika, “kebetulan” David Musa menyaksikan siaran di TV, sebuah wawancara dengan petinggi NASA. Acara itu sepertinya mengkritisi proyek super mahal hanya untuk membawa satu dua orang menginjak bulan. Menurut petinggi NASA dalam acara itu, biaya sangat besar tidaklah sebanding dengan sebuah fakta yang mereka temukan, bahwa bulan pernah terbelah dan kembali lagi seperti semula.

Hati David Musa Pidcock seketika luruh. Ia buka kembali Al Quran, dan terisak untuk kemudian menyerahkan diri pada kebenaran Al Quran.

Kisah yang lain, tercatat dalam sejarah Nabi Muhammad saw. Masa sebelum hijrah ke Madinah, orang-orang Quraisy menantang untuk mendatangkan mukjizat, yakni membelah bulan.

Tatkala bulan benar-benar terbelah atas izin Yang Maha Kuasa, apakah mereka masuk Islam? Tidak. Malah menuduh Nabi membuat-buat sihir.

Maka, kaum Quraisy menunggu orang-orang dari luar kota, untuk ditanya tentang benarkah bulan berperilaku aneh. Semua menjawab bahwa mereka menyaksikan terbelahnya bulan. Apakah kemudian kaum Quraisy kemudian beriman? Tidak semua. Bahkan sebagian kecil saja.

Dua kisah, terkait keajaiban terbelahnya bulan. Kisah tentang penerimaan kebenaran, serta kisah tentang penolakan kebenaran. Pantaskah David Musa berbangga?

Dua “kebetulan” yang dialami David, bukan kebetulan di sisi Yang Maha Kuasa. Tak ada kebetulan bagi Sang Pencipta. Dia adalah Tuhan yang Maha Membuat Rencana, sehingga David Musa membuka Al Quran langsung pada surat Al Qamar. Dia pula yang membuat David Musa menyaksikan wawancara petinggi NASA di acara TV. Bahkan, Dia yang telah menuliskan segala yang terjadi di semesta dalam sebuah kitab Lauh Mahfudz.

Barangkali, ketika David Musa sudah di  syurga,  tak ada bangga. Hanya ada syukur. Tuhan telah menyelamatkan dengan hidayah. Andai dua “kebetulan” itu tak terjadi, mungkin dirinya tak berada di tempat yang seharusnya.

Adapun orang-orang kafir Quraisy yang bersungguh-sungguh menolak kebenaran, datang penyesalan yang sangat dalam. Tanpa bisa ditolak.

Maka, sangat menakutkan jika Allah menetapkan seseorang sebagai kafir. Siapa itu? Bisa siapa saja!

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.