Andai Tuhan Tukang Servis

Andai Tuhan Tukang Servis

WARGASERUJI – Tukang servis itu melayani, untuk dibayar. Semakin banyak dan semakin bagus servisnya, semakin mahal bayarannya. Andai Tuhan menjadi tukang servis, berapa yang harus dibayarkan oleh seorang manusia?

Coba ditawar lebih rendah lagi. Tak usah bayaran. Cukup ucapan terimakasih, atau syukur. Sudahkah ada manusia yang selalu bersyukur atas setiap nikmat?

Ambil satu sisi saja. Setiap hari manusia bernafas. Satu tarikan nafas, satu nikmat. Satu hembusan nafas, juga satu nikmat. Coba kalau hanya bisa menarik nafas tanpa menghembus. Apakah sudah ada orang yang selalu bersyukur atas setiap tarikan dan hembusan nafas?

Contoh tentang nafas itu sekadar mengulik kesadaran tentang wajibnya setiap manusia bersyukur, serta banyaknya nikmat yang tidak terhitung yang tidak disadari manusia. Kenyataannya, manusia itu makhluk berkeluh kesah, sehingga lebih banyak nikmat yang tidak disyukuri.

Belum lagi nikmat-nikmat yang lain. Seringkali, orang baru menyadari suatu kenikmatan itu saat kehilangan. Nikmat menghirup udara itu diingat saat sesak nafas. Sadar akan nikmat sehat itu ketika sakit. Bahkan sampai tidak menyadari bahwa lapar dan mengantuk itu juga nikmat yang tertunda, karena membuat enak makan dan enak tidur.

Tidak bersyukur atas nikmat itu sebuah kesalahan atau dosa. Karenanya, manusia pasti tidak pernah luput dari dosa. Kalau setiap orang menyadari hal ini, tak ada orang yang tak menangis karena begitu banyak dosa yang menumpuk. Namun, Allah memberi kompensasi.

Manusia pasti berdosa. Tapi, Allah maha Pemurah, Penyayang, Pemaaf dan Pengampun. Barang siapa memohon ampun dan bertaubat, Allah mengabulkannya. Bukankah nikmat kalau diampuni dosanya?

Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan? Bersyukurlah selalu, maka Allah akan menambahkan nikmat. Lupa bersyukur, hanya membuat diri tersiksa dengan keluh dan kesah.

Karena sifat manusia yang tergesa-gesa dan suka bekeluh kesah, maka perlu saling mengingatkan untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan. Orang lain bisa lebih cermat menilai nikmat yang diberikan daripada diri sendiri, sebagaimana kata pepatah “lebih hijau rumput tetangga”.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Menonton Film Wide Awake, Kim Myung Min

Film Wide Awake adalah film asal Korea yang rilis pada tahun 2007 dan dibintangi oleh Kim Myung Min. Film ini bercerita tentang seorang bocah...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Whatsapp Seminar Memanfaatkan Setting Akses Grup

Tidak banyak yang tahu, kalau grup Whatsapp sekarang bisa diseting agar hanya admin yang boleh kirim pesan di grup. Caranya pun mudah. Sebagai admin,...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...

Tumpangsari Melon dan Semangka Sangat Menguntungkan

Pangkalan Bun - Petani melon dan semangka Desa Pasir Panjang RT 04 Arut Selatan Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, merasa diuntungkan dengan teori barunya....
close