Pria Dilarang Terangsang di JFC

Pria Dilarang Terangsang di JFC

WARGASERUJI – Jember Fashion Carnival 2019 kemaren masih jadi perbincangan di media sosial walau sudah selesai. Termasuk video viral seorang penonton JFC yang diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang wanita. Apa tidak tahu kalau seorang pria dilarang terangsang di acara ini?

Pria tersebut tertangkap kamera ponsel penonton lain. Ia berpura-pura ikut menonton karnaval, namun melakukan hal yang dianggap tidak terpuji kepada wanita di depannya.

Video tersebut menjadi viral dan menjadi perbincangan warga netizen. Bahkan, banyak yang geram dan menginginkan ada tindakan terhadap pria tersebut.

Pertanyaannya, normal tidak pria tersebut? Dalam sebuah karnaval yang barangkali banyak penampil berpakaian terbuka, apakah normal bila pria melihatnya kemudian terangsang? Kalau tidak normal, berarti yang normal itu bagaimana?

Mungkin ada yang menjawab normal. Kalau normal, berarti pria dituntut bisa menahan diri tatkala godaan datang. Kepingin boleh, tapi melampiaskan tidak boleh. Kalau termasuk pria mudah terangsang, sebaiknya jauhi acara itu. Tersiksa nanti. Mending pulang, masuk kamar, tutup pintu, terus tidur.

Termasuk, pria-pria soleh. Mereka ini tipe menundukkan pandangan kepada non muhrim. Karena saking jarangnya melihat yang begituan, mereka termasuk mudah terangsang. Makanya, pria-pria tipe ini rumah tangganya awet, walau pernikahannya bertahun-tahun, walau dia dan istrinya bertambah tua.

Nah, kalau pria melihat wanita berbaju seksi tapi tidak terangsang itu dianggap normal, mungkin karena terbiasa kali, ya? Saking terbiasanya, sama istri di rumah pun tak ada rasa. Kalaupun harus berhubungan, perlu tindakan ekstra, bahkan pakai obat-obatan segala. Wah, boros.

Terakhir, ada juga yang memang sudah dikenali sebagai pria tak normal. Sebabnya, sama sekali tidak tertarik untuk berhubungan seksual dengan wanita. Beberapa di antaranya hanya tertarik pada keindahan, seperti paduan antara tubuh wanita dengan pakaiannya, atau kosmetiknya. Biasanya, pria-pria seperti ini juga bertingkah “melambai” seperti wanita.

Begitulah. Acara pamer aurat itu tempat pria dilarang terangsang. Kalau ada pria mau menikmati acara-acara tersebut, cobalah berkali-kali hingga terbiasa dan kehilangan gairah. Namun, jangan salahkan kalau nanti sama istri sendiri tidak bisa “berdiri”.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Tumpangsari Melon dan Semangka Sangat Menguntungkan

Pangkalan Bun - Petani melon dan semangka Desa Pasir Panjang RT 04 Arut Selatan Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, merasa diuntungkan dengan teori barunya....

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...

Lapek Sagan Kuliner Sederhana Yang Enak

Lapek sagan adalah jenis kuliner lain di Sumatera Barat.  Kenapa namanya lapek sagan?  Sagan artinya pemalas.  Jadi lapek ini memang sederhana bahan dan cara...
close