Media massa begitu dihebohkan oleh kehadiran seorang tokoh teras di PBNU yaitu Bapak Yahya Staquf ke Israel dalam rangka melakukan ceramah dalam sebuah seminar.  Tentunya hal ini sangat menimbulkan pro dan kontra ketika Israel begitu agresif terhadap penduduk Palestina dan kejadian penembakan seorang tenaga medis wanita.

Ada hal menarik yang sangat menggelitik dalam logika nalar.  Akankah beliau akan menjadi sebuah mutiara Islam dalam perjuangan Palestina atau bahkan menjadi kerikil yang menjadi sandungan dalam perjuangan tersebut.

Kedatangan beliau sudah menimbulkan buruk sangka di kalangan masyarakat Indonesia bahkan dunia,  bahkan julukan pro-zionis dan antek yahudi langsung disematkan pada beliau.

Hal ini sebenarnya merupakan tindakan yang sangat tidak populer bagi Nahdatul Ulama sebagai organisasi Islam di Indonesia,  akan tetapi beliau berani melakukannya.  Butuh kematangan mental dan emosional dikarenakan tentunya beliau akan dibully akan tindakan ini.  Beliau begitu tenang menghadapi semua ini,  dengan tegas mengatakan bahwa beliau datang ke Israel untuk Palestina.

Adalah hal yang masuk akal,  ketika perjuangan untuk Palestina dilakukan dalam bentuk dukungan bantuan makanan juga obat-obatan bahkan tenaga medis akan tetapi beliau bergerak secara diplomasi masuk ke negara tersebut.  Bukankah untuk menyampaikan suatu permasalahan adalah dengan menemui orang yang bermasalah secara langsung bukan hanya dengan meneriakkan dari jauh.

Ada rasa aneh ketika sebagian bertanya antara datang pribadi atau sebagai anggotan Wantimpres atau bahkan pengurus NU?

Bahkan ada pendapat di media sosial dikarenakan kebutuhan berupa “ang pao/amplop” dengan menggadaikan ke-Islam-an beliau.

Alangkah baiknya jika masyarakat fokus kepada apa yang sebenarnya beliau lakukan selama di Israel,  apakah membenarkan perlakuan terhadap Palestina atau menentangnya?

Apakah tidak mungkin jika Israel mengundang beliau untuk memberikan ceramah juga untuk mengetahui tanggapan secara langsung atas reaksi Islam terhadap kondisi Palestina?

Dalam hal ini sebaiknya Bapak Yahya Staquf memberikan konferensi pers yang tentunya dilengkapi dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat Islam juga harus selalu memonitoring perkembangan dan dampak dari kunjungan tersebut.  Jangan sampai perjalanan beliau ke Israel hanya akan menjadi sebuah konsumsi politik yang sedang memanas.

Bagaimanapun juga apa hasil dari kedatangan beliau ke Israel akan dapat menjadi sebuah predikat yang menempel pada beliau,  akankah menjadi mutiara Islam atau kerikil Islam dalam perjuangan Palestina.

Tentunya waktu akan membuktikan apakah yang sebenarnya terjadi.

Semoga Allah memberikan kekuatan dan petunjuk Nya kepada beliau agar selalu istiqomah dalam perjuangan Islam dan membantu perjuangan Palestina sesuai dengan cara masing-masing.

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

loading...
BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Tidak Lama Lagi, Pangkut Bakal Jadi Kota

Kotawaringin Barat - Jalan sepanjang 8 kilo meter dengan lebar 20 meter pembangunannya digeber guna mempersiapkan pemekaran desa. Pelebaran dan pembuatan jalan poros baru...

Terkait Demo Astra, Darsani Angkat Bicara

Kotawaringin Barat - Darsani Bin Alfius Mahi, tokoh masyarakat Dayak Pangkut Arut Utara Kotawaringin Barat (Kobar) akhirnya angkat bicara menanggapi aksi demo yang dilakukan...
Irwan Prayitno

Irwan Prayitno : Kita Harus Ukur Bayang Bayang

Irwan Prayitno tidak berharap dirinya untuk jadi calon wakil presiden mendampingi calon presiden manapun meskipun partainya PKS mengunggulkan dia bersama 8 kader lain. . "Kita...